Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Setelah Hilang Sejak iPhone X, Fitur Lawas Ini Kembali Dipasang pada iPhone Ultra yang Bikin Fans Lega

Budi Miank • Senin, 8 Juni 2026 | 17:16 WIB
Render konsep iPhone Ultra memperlihatkan desain ponsel lipat pertama Apple yang dirumorkan membawa kembali Touch ID. (Ilustrasi AI)
Render konsep iPhone Ultra memperlihatkan desain ponsel lipat pertama Apple yang dirumorkan membawa kembali Touch ID. (Ilustrasi AI)

PONTIANAK POST - Apple dikabarkan akan menghidupkan kembali teknologi Touch ID pada iPhone Ultra, ponsel lipat pertama yang disebut-sebut menjadi salah satu produk paling dinantikan tahun ini. 

Jika rumor tersebut benar, ini menjadi pertama kalinya sensor sidik jari kembali hadir pada iPhone premium sejak era iPhone 8 yang meluncur pada 2017.

Menariknya, kembalinya Touch ID bukan semata nostalgia. Sejumlah laporan menyebut Apple justru menghadapi tantangan teknis serius dalam menghadirkan Face ID pada perangkat lipat yang sangat tipis. 

Baca Juga: Samsung Galaxy S26 FE Bocor Sebelum Rilis, Tampilan Kamera Barunya Tuai Reaksi Beragam

Kondisi itu membuat raksasa teknologi asal Cupertino tersebut disebut tidak memiliki banyak pilihan selain menghidupkan kembali fitur yang telah lama ditinggalkan.

Mengutip laporan PhoneArena, iPhone Ultra kemungkinan akan mengandalkan Touch ID yang terintegrasi pada tombol daya, menggantikan Face ID yang selama ini menjadi identitas utama lini iPhone modern.

Sejak memperkenalkan Face ID melalui iPhone X pada 2017, Apple secara bertahap meninggalkan teknologi sidik jari. 

Bahkan lini iPhone SE yang sempat mempertahankan Touch ID akhirnya ikut meninggalkan fitur tersebut pada generasi ketiga yang dirilis tahun 2022.

Baca Juga: Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Muncul Mengejutkan, Ini Alasan Versi Wide Ubah Cara Orang Memakai Ponsel Lipat

Namun, desain lipat yang diusung iPhone Ultra menghadirkan tantangan berbeda. 

Perangkat ini dirumorkan memiliki ketebalan hanya sekitar 4,5 hingga 4,8 milimeter saat dibuka. 

Dimensi yang sangat tipis tersebut membuat ruang internal menjadi sangat terbatas.

Karena mengusung dua layar, Apple juga diperkirakan harus menyediakan dua sistem Face ID apabila ingin menghadirkan teknologi pemindai wajah pada kedua sisi perangkat. 

Kebutuhan ruang yang lebih besar inilah yang diyakini menjadi alasan utama mengapa Touch ID kembali dipertimbangkan.

Menurut laporan tersebut, penggunaan sensor sidik jari pada tombol daya juga memberikan keuntungan tambahan berupa ruang internal yang lebih luas. 

Baca Juga: iPhone Ultra Dikabarkan Segera Meluncur, Detail Layar Lipatnya Langsung Jadi Perdebatan

Ruang tersebut dapat dimanfaatkan untuk komponen lain yang lebih penting, termasuk baterai berkapasitas besar.

Sejumlah bocoran sebelumnya menyebut iPhone Ultra akan dibekali baterai sekitar 5.800 mAh. 

Kapasitas ini jauh lebih besar dibandingkan baterai 4.400 mAh pada seri foldable Samsung sebelumnya dan diperkirakan mampu menjadi salah satu keunggulan utama perangkat tersebut.

Selain itu, iPhone Ultra disebut akan hadir dengan sistem pendingin vapor chamber, desain lebih ringkas dibandingkan sebagian besar ponsel lipat pesaing, serta meninggalkan Dynamic Island untuk beralih ke kamera punch-hole.

Baca Juga: iPhone Fold Dirumorkan Hadir Satu Warna Saja, Apple Pilih Main Aman untuk Debut Besarnya

Meski demikian, hingga kini Apple belum memberikan konfirmasi resmi terkait keberadaan Touch ID pada perangkat lipat pertamanya. 

Namun bagi jutaan pengguna iPhone yang selama bertahun-tahun berharap sensor sidik jari kembali hadir, rumor ini menjadi salah satu kabar paling menarik menjelang peluncuran iPhone Ultra.(*)

Editor : Budi Miank
#iPhone Ultra #foldable #Touch ID #apple