PONTIANAK POST - Samsung kembali memoles lini ponsel kelas menengahnya melalui Galaxy A57.
Desain lebih premium, bodi lebih ramping, layar lebih cerah, dan ketahanan air yang meningkat membuat perangkat ini terlihat semakin dekat dengan seri flagship.
Namun di balik sejumlah peningkatan tersebut, sektor kamera justru menjadi sorotan karena Samsung dinilai masih mempertahankan konfigurasi yang kurang kompetitif di kelas harganya.
Baca Juga: Samsung Galaxy S26 FE Bocor Sebelum Rilis, Tampilan Kamera Barunya Tuai Reaksi Beragam
Menurut laporan Amateur Photographer, Galaxy A57 menawarkan pengalaman penggunaan yang lebih matang dibanding generasi sebelumnya.
Akan tetapi, keberadaan kamera makro 5MP kembali menuai kritik karena dianggap tidak memberikan nilai tambah signifikan bagi pengguna yang gemar fotografi.
Galaxy A57 diposisikan sebagai model tertinggi di keluarga Galaxy A Series. Samsung menghadirkan sejumlah penyempurnaan desain yang membuat perangkat ini terlihat lebih mahal dibanding harga sebenarnya.
Bingkai layar dibuat lebih tipis, bodi lebih ringan dan lebih ramping, sementara ketahanan terhadap debu dan air meningkat dari IP67 menjadi IP68.
Ponsel ini dibekali layar Super AMOLED+ berukuran 6,7 inci dengan resolusi Full HD+, tingkat kecerahan puncak 1.900 nits, serta perlindungan Gorilla Glass Victus+.
Dari sisi daya, Samsung mempertahankan baterai 5.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45 watt.
Untuk kebutuhan fotografi, Galaxy A57 mengandalkan kamera utama 50MP dengan Optical Image Stabilization (OIS), kamera ultrawide 12MP, serta kamera makro 5MP.
Kamera depan menggunakan sensor 12MP untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video.
Kamera utama mampu menghasilkan foto dengan detail baik dan warna yang menarik dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Teknologi OIS juga membantu menghasilkan foto malam yang lebih stabil dan tajam.
Baca Juga: Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra Viral, Spesifikasi Fantastisnya Langsung Jadi Sorotan Penggemar
Namun kritik terbesar datang dari kamera makro 5MP yang dianggap sudah tertinggal dibanding kebutuhan pengguna saat ini.
Dalam pengujian yang dilakukan, hasil foto makro dinilai kurang tajam, warna cenderung kusam, dan pengguna harus berada pada jarak yang sangat spesifik agar fokus dapat bekerja optimal.
Hal inilah yang membuat Galaxy A57 dianggap kehilangan peluang untuk menjadi ponsel kamera terbaik di segmen menengah.
Banyak kompetitor kini mulai menawarkan kamera telefoto khusus yang memberikan kualitas zoom optik lebih baik dibanding kamera makro beresolusi rendah.
Baca Juga: Rahasia Samsung Galaxy Z Flip 8 Terbongkar, Strategi Dua Otak Ini Bisa Ubah Masa Depan Ponsel Lipat
Selain kamera, Galaxy A57 juga membawa sejumlah fitur modern seperti kemampuan merekam video hingga 4K 30fps, mode Pro Photo dan Pro Video, dukungan format RAW, serta fitur kecerdasan buatan untuk menghapus bayangan, refleksi, maupun objek yang tidak diinginkan pada foto.
Dari sisi performa, Samsung memberikan peningkatan prosesor dibanding Galaxy A56.
Meski tidak menyamai performa seri Galaxy S, perangkat ini dinilai cukup lancar untuk penggunaan sehari-hari.
Galaxy A57 dijual dengan harga sekitar Rp9,8 juta untuk varian penyimpanan 256GB.
Harga tersebut membuat persaingan menjadi semakin ketat karena di rentang yang sama konsumen juga dapat mempertimbangkan Galaxy S25 FE, Google Pixel 10a, hingga Motorola Edge 70 yang menawarkan beberapa fitur lebih unggul.(*)
Editor : Budi Miank