PONTIANAK POST - Serangan siber terhadap fasilitas Tata Electronics di India diduga membuka akses peretas ke lebih dari 630 GB data rahasia Apple, termasuk rancangan logic board iPhone 18 Pro dan dokumen pengembangan chip generasi terbaru perusahaan tersebut.
Laporan menyebut para pelaku memperoleh skema lengkap iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, mulai dari struktur papan utama, daftar pemasok komponen, hingga nomor suku cadang resmi.
Sejumlah berkas itu diyakini berasal dari sistem internal Apple dan dibuat menggunakan perangkat lunak Siemens NX.
Baca Juga: Tak Sama dengan Versi China, Oppo Reno16 Pro Global Malah Pakai Chipset Berbeda
Tak hanya itu, chip A20 Pro dengan nama kode "Borneo" serta file modem C2 juga dilaporkan masuk dalam data yang berhasil dicuri dalam insiden tersebut.
Dokumen teknis itu mengindikasikan peningkatan pada Image Signal Processor (ISP) serta fitur keamanan layar yang lebih canggih dibanding generasi sebelumnya.
Selain itu, file modem C2 berkode "Ganymede" menguatkan rumor bahwa modem buatan Apple tersebut akan digunakan pada lini iPhone 18 Pro.
Informasi tersebut sejalan dengan sejumlah laporan industri yang muncul sejak 2025 hingga awal 2026.
Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra Punya Fitur Rahasia Baru, Sekali Ketuk Layar Langsung Tak Bisa Diintip!
AppleInsider menyebut sebagian besar dokumen yang bocor berkaitan dengan kontrol kualitas, pengujian perangkat keras, lini perakitan, dan build internal iOS tanpa antarmuka pengguna.
Meski demikian, sangat sedikit file yang mengungkap informasi baru di luar proyek iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang masing-masing memiliki identitas pengembangan V63 dan V43.
Laporan itu juga mengungkap keberadaan satu referensi terhadap perangkat lipat Apple yang disebut memiliki identitas V68 atau iPhone Fold, namun tidak ditemukan rincian lebih lanjut mengenai produk tersebut.(*)
Editor : Budi Miank