PONTIANAK POST - Apple disebut tengah menyiapkan kenaikan harga untuk iPhone 18 Pro dan iPhone Fold yang diperkirakan meluncur pada September 2026.
Langkah tersebut diduga dipicu meningkatnya biaya produksi, terutama pada komponen memori dan sistem kamera generasi terbaru.
Jika bocoran tersebut akurat, iPhone Fold berpotensi dipasarkan dengan harga lebih dari Rp32,7 juta hingga melampaui Rp49 juta.
Baca Juga: Samsung Galaxy Z Fold 8 Siap Dijual 5 Agustus 2026, Ini Jadwal Debut Resminya!
Sementara itu, iPhone 18 Pro diperkirakan dibanderol mulai sekitar Rp19,9 juta.
Menurut unggahan akun pembocor teknologi Fixed Focus Digital di Weibo, iPhone 18 Pro dipastikan mengalami kenaikan harga, sedangkan model iPhone lipat berpotensi melonjak 10 hingga 20 persen dibanding estimasi sebelumnya.
Analis teknologi Mark Gurman, sebelumnya memperkirakan iPhone lipat pertama Apple akan melampaui harga 2.000 dolar AS di pasar Amerika Serikat.
Sementara itu, analis industri Ming-Chi Kuo memperkirakan harga perangkat tersebut dapat mencapai lebih dari 2.500 dolar AS atau sekitar Rp40,8 juta.
Baca Juga: 7 HP RAM 8 GB Harga Rp2 Jutaan yang Layak Dibeli pada 2026, Kencang Buat Gaming dan Multitasking
Pembocor lain, Digital Chat Station, menilai kecil kemungkinan Apple mempertahankan harga iPhone 18 Pro di level saat ini. Ia memperkirakan harga awal di pasar China naik menjadi Rp22,7 juta.
Kenaikan serupa juga diprediksi terjadi pada varian iPhone 18 Pro Max.
Instant Digital menyebut model 256 GB dapat dibanderol Rp25 juta hingga Rp26,2 juta.
Lembaga riset TechInsights memperkirakan biaya memori DRAM 12 GB pada iPhone 18 Pro melonjak signifikan dibanding generasi sebelumnya.
Total biaya produksi perangkat disebut dapat meningkat sekitar 25 persen.
Laporan The Wall Street Journal juga memperkirakan Apple mungkin harus menjual iPhone 18 Pro dengan harga mulai Rp22,9 juta guna menjaga margin keuntungan perusahaan.
Baca Juga: Huawei Nova 16 Laris Manis, Penjualan Melonjak 217 Ribu Unit dalam Sepekan
Pekan ini, Apple telah lebih dulu menaikkan harga sejumlah perangkat selain iPhone, AirPods, dan Apple Watch.
CEO Apple, Tim Cook, menyebut lonjakan harga komponen memori dan penyimpanan sebagai kondisi luar biasa yang memengaruhi industri teknologi global.(*)
Editor : Budi Miank