PONTIANAK POST - iPhone kembali dinilai sebagai smartphone dengan nilai jual kembali (resale value) yang lebih tinggi dibandingkan mayoritas perangkat Android.
Meski telah digunakan selama beberapa tahun, harga iPhone bekas cenderung bertahan sehingga tetap menarik bagi pembeli maupun pemilik yang ingin melakukan upgrade perangkat.
Stabilnya harga jual tersebut didorong oleh tingginya permintaan pasar, dukungan pembaruan perangkat lunak dalam jangka panjang, serta kuatnya citra merek Apple.
Baca Juga: iPhone 17 vs Samsung Galaxy S26, Mana Flagship yang Lebih Layak Dibeli pada 2026?
Kombinasi faktor tersebut menjadikan iPhone sebagai salah satu pilihan yang dinilai lebih menguntungkan dari sisi investasi jangka panjang.
Menurut laporan terbaru, pemilik iPhone umumnya dapat menjual perangkat lamanya dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan pengguna ponsel Android pada kelas harga yang sama.
Kondisi ini membuat biaya kepemilikan iPhone dalam jangka panjang dinilai lebih rendah karena sebagian besar nilai pembelian awal masih bisa kembali saat perangkat dijual.
Salah satu alasan utama adalah komitmen Apple memberikan pembaruan sistem operasi selama bertahun-tahun.
Dukungan software yang panjang membuat perangkat lawas tetap relevan, aman digunakan, dan menarik di pasar ponsel bekas.
Baca Juga: iPhone Air 2 Bakal Naik Kelas! Apple Siapkan Baterai Lebih Awet dan Kamera Ganda
Selain itu, ekosistem Apple yang terintegrasi juga menjaga minat konsumen terhadap perangkat bekas.
Di sisi lain, banyak smartphone Android mengalami penurunan harga yang lebih cepat setelah diluncurkan.
Meski sejumlah produsen seperti Samsung dan Google telah memperpanjang masa pembaruan perangkat lunak, depresiasi harga perangkat Android umumnya masih lebih besar dibandingkan iPhone.
Faktor lain yang ikut memengaruhi adalah tingginya permintaan terhadap iPhone bekas di berbagai negara.
Konsumen yang ingin merasakan ekosistem Apple dengan biaya lebih terjangkau sering memilih membeli perangkat bekas, sehingga harga jual kembali tetap kuat.
Meski demikian, bukan berarti semua iPhone otomatis memiliki nilai jual tinggi. Kondisi fisik perangkat, kapasitas penyimpanan, kesehatan baterai, serta kelengkapan aksesori tetap menjadi penentu harga di pasar.(*)
Editor : Budi Miank