PONTIANAK POST - Motorola menghadirkan pilihan warna baru Pantone Lightest Sky untuk Motorola Razr 60 di pasar Indonesia.
Varian anyar ini mulai dipasarkan secara eksklusif sejak akhir Juli 2026 dengan harga mulai Rp10,999 juta, menawarkan tampilan yang lebih segar tanpa mengubah spesifikasi maupun fitur utama perangkat.
Selain menghadirkan nuansa warna baru, Motorola tetap mempertahankan desain premium bergaya clamshell yang menjadi ciri khas Razr 60.
Baca Juga: Mau Beli Motorola G77 Power? Simak 6 Kelebihan dan Kekurangan Sebelum Memutuskan Membawa Pulang
Smartphone lipat ini juga masih dibekali fitur moto ai, layar lipat berkualitas tinggi, serta performa yang ditujukan untuk mendukung produktivitas maupun kebutuhan hiburan sehari-hari.
Motorola tetap mempertahankan desain lipat bergaya clamshell yang menjadi ciri khas seri Razr. Pantone Lightest Sky menghadirkan nuansa biru muda yang lembut dengan tampilan premium.
Motorola menyebut pilihan warna tersebut melengkapi jajaran warna Razr 60 yang sebelumnya telah tersedia di Indonesia.
Perusahaan juga tetap mempertahankan material premium pada bodi perangkat sehingga memberikan kesan elegan sekaligus nyaman saat digenggam.
Selain warna baru, Motorola tidak mengubah spesifikasi utama Razr 60. Perangkat ini masih mengusung layar utama pOLED LTPO 6,9 inci beresolusi Full HD+ dengan refresh rate hingga 120Hz, dipadukan layar luar yang mendukung akses cepat ke berbagai aplikasi.
Di sektor performa, Razr 60 ditenagai MediaTek Dimensity 7400X yang dipadukan RAM besar dan penyimpanan internal berkapasitas tinggi untuk menunjang aktivitas harian maupun multitasking.
Untuk kebutuhan fotografi, Motorola Razr 60 tetap mengandalkan kamera utama 50 MP yang telah dilengkapi Optical Image Stabilization (OIS) serta kamera ultrawide.
Kamera depan ditempatkan pada layar utama untuk mendukung swafoto maupun panggilan video.
Motorola juga menyematkan berbagai fitur berbasis moto ai yang membantu pengguna dalam produktivitas, pencarian informasi, hingga pengolahan foto secara lebih praktis.(*)
Editor : Budi Miank