PONTIANAK POST – Delapan hari setelah resmi menjabat chief executive officer (CEO) Apple, John Ternus akan menghadapi ujian pertamanya. Pria 51 tahun itu dijadwalkan memimpin peluncuran seri iPhone terbaru pada 9 September 2026, di tengah penantian terhadap ponsel lipat pertama Apple.
Apple telah mengonfirmasi agenda peluncuran pada 9 September di Apple Park, Cupertino, California. Namun, perusahaan belum memastikan bahwa ponsel lipat akan diperkenalkan dalam acara tersebut. Kehadiran perangkat itu masih berstatus prediksi dan laporan media.
Apabila benar diluncurkan, perangkat tersebut akan membawa Apple memasuki pasar yang selama ini dikuasai Samsung. Pasar ponsel lipat masih tergolong niche market, tetapi dinilai memiliki potensi pertumbuhan dan margin keuntungan tinggi.
Guru Besar Bisnis Internasional American University Babak Hafezi menilai penunjukan Ternus menunjukkan Apple ingin kembali memperkuat inovasi perangkat keras.
“Penunjukan Ternus merupakan cara halus Apple untuk menggandakan inovasi perangkat keras sebagai strategi dasar,” kata Hafezi kepada Al Jazeera.
Menurut dia, transisi kepemimpinan tersebut bukan berarti Apple meninggalkan warisan Tim Cook. Perusahaan diperkirakan menggabungkan kecerdasan buatan dengan perangkat keras, bukan menjadikan AI sebagai produk yang berdiri sendiri.
Tim Cook Beralih Menjadi Ketua Eksekutif
Ternus resmi menggantikan Tim Cook sebagai CEO pada 1 September 2026. Pergantian tersebut telah diumumkan Apple sejak April dan disetujui secara bulat oleh dewan direksi.
Cook, yang memimpin Apple selama sekitar 15 tahun, beralih menjadi executive chairman. Dalam jabatan barunya, ia tetap membantu perusahaan, termasuk dalam hubungan dengan pembuat kebijakan dunia.
Ternus juga bergabung dalam dewan direksi Apple. Mantan Ketua Dewan Apple Arthur Levinson beralih menjadi direktur independen utama.
“Saya merasa sangat lega menyerahkan kendali kepada seseorang yang brilian, luar biasa, dan cakap seperti John,” kata Cook dalam pesan terakhirnya sebagai CEO.
Dari Desainer Produk Menjadi CEO
Ternus bergabung dengan Apple pada 2001 melalui tim desain produk. Kariernya berkembang hingga menjadi senior vice president bidang rekayasa perangkat keras pada 2021.
Selama lebih dari dua dekade, ia terlibat dalam pengembangan berbagai produk penting, mulai dari iPad, Mac, iPhone, Apple Watch, AirPods, hingga Vision Pro. Ia juga memainkan peran penting dalam peralihan komputer Mac dari prosesor Intel menuju Apple silicon.
Latar belakang tersebut menjadi salah satu alasan Ternus dipilih sebagai penerus Cook. Apple menilai pengetahuan teknis, kepemimpinan, dan fokusnya terhadap pengembangan produk dapat membawa perusahaan memasuki babak berikutnya.
Sebelum bergabung dengan Apple, Ternus bekerja sebagai insinyur mekanik di Virtual Research Systems. Ia merupakan alumnus Teknik Mesin University of Pennsylvania.
Mengejar Ketertinggalan dalam AI
Ternus mengambil alih Apple ketika industri teknologi berubah cepat akibat perkembangan AI. Perusahaan tersebut mendapat kritik karena dinilai lebih lambat daripada sejumlah pesaing dalam menghadirkan layanan AI generatif.
Apple mulai menjawab tantangan itu melalui pengembangan Siri dan integrasi AI ke dalam ekosistem perangkatnya. Tugas Ternus adalah memastikan teknologi tersebut tidak sekadar menjadi fitur tambahan, tetapi meningkatkan pengalaman pengguna di seluruh produk Apple.
Keahlian Ternus di bidang perangkat keras dapat menentukan strategi itu. Integrasi AI dengan cip, kamera, sensor, dan sistem operasi menjadi peluang Apple untuk membedakan produknya dari pesaing.
Percaya Diri tanpa Merasa Paling Tahu
Meski memimpin salah satu perusahaan terbesar dunia, Ternus dikenal jarang tampil di depan publik. Salah satu gambaran prinsip kepemimpinannya muncul ketika ia berpidato dalam wisuda University of Pennsylvania pada 2024.
“Selalu anggap diri Anda sepintar orang lain di ruangan itu, tetapi jangan pernah menganggap diri Anda tahu sebanyak mereka,” kata Ternus seperti dikutip Fortune.
Prinsip tersebut memadukan kepercayaan diri dengan kerendahan hati untuk terus bertanya dan belajar. Sikap itu mengingatkan pada pesan pendiri Apple Steve Jobs: tetap lapar dan tetap merasa bodoh.
Peluncuran 9 September akan menjadi panggung pertama untuk menguji arah kepemimpinannya. Ternus tidak hanya dituntut memperkenalkan perangkat baru, tetapi juga menunjukkan bagaimana Apple akan bertarung dalam era ponsel lipat dan AI.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro