PONTIANAK POST – Debut iPhone Duo menandai keputusan Apple untuk akhirnya memasuki pasar smartphone lipat.
Meski demikian, kehadiran perangkat tersebut belum otomatis membuat teknologi foldable menjadi pilihan yang diterima secara luas oleh konsumen.
Bloomberg menyoroti tantangan Apple dalam membawa ponsel lipat keluar dari segmen premium dan menjadikannya perangkat yang dapat menjangkau pasar lebih luas.
Baca Juga: Siap Meluncur Oktober 2026, OPPO F35 Series Tawarkan Enam Pilihan Warna Berbeda
Kondisi ini menjadi perhatian karena Apple selama ini memilih menunggu perkembangan teknologi sebelum ikut masuk ke kategori foldable.
Langkah tersebut membuat kehadiran iPhone Duo menjadi bagian penting dalam perkembangan pasar ponsel lipat.
Apple kini perlu menghadapi tantangan untuk memperluas penerimaan perangkat foldable di luar kalangan konsumen premium.
Ketika iPhone Duo akhirnya diperkenalkan, persaingan di kategori tersebut sudah lebih dulu diisi sejumlah produsen yang telah bertahun-tahun mengembangkan perangkat lipat.
Baca Juga: iPhone Duo Tampil Berbeda, Rasio Layar 2:1 Bikin Pengalaman Foldable Lebih Menyatu
iPhone Duo menawarkan layar luar berukuran 5,4 inci dan layar dalam 7,6 inci ketika perangkat dibuka.
Desain tersebut memungkinkan pengguna mendapatkan area layar yang jauh lebih besar dibandingkan iPhone konvensional.
Apple juga membekali perangkat dengan kemampuan multitasking, sehingga dua aplikasi dapat digunakan secara berdampingan.
Dukungan Apple Pencil turut menjadi salah satu fitur yang ditawarkan pada perangkat ini.
Namun, pengalaman tersebut datang dengan harga premium.
iPhone Duo dibanderol mulai Rp31 juta. Harga tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar Apple.
Baca Juga: Layar Canggih iPhone Duo Merambah Android, iQOO 16 Punya OLED Samsung M16 Terbaru
Ponsel lipat memang menawarkan pengalaman berbeda, tetapi konsumen harus bersedia membayar jauh lebih mahal dibandingkan iPhone kelas Pro.
Persoalan berikutnya adalah bagaimana Apple membuat konsumen melihat perangkat lipat sebagai kebutuhan, bukan sekadar teknologi baru.
Pengalaman menggunakan layar besar memang menjadi daya tarik utama.
Namun, konsumen juga harus menerima sejumlah kompromi yang melekat pada desain foldable, termasuk konstruksi yang lebih kompleks dibandingkan smartphone biasa.
Baca Juga: iPhone Duo Bikin Samsung Panas, Galaxy Z TriFold 2 Dikabarkan Bakal Meluncur Lebih Cepat
Apple mencoba menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan yang lebih sederhana.
Perusahaan tidak sekadar mengejar spesifikasi, tetapi berusaha membuat mekanisme lipat dan perangkat lunaknya terasa seperti bagian alami dari pengalaman menggunakan iPhone.
Salah satu perhatian Apple juga tertuju pada area lipatan layar.
Pengalaman awal sejumlah media menunjukkan Apple berhasil membuat bekas lipatan relatif tidak mengganggu ketika perangkat digunakan, meski bukan berarti persoalan tersebut sepenuhnya hilang.
Masuknya Apple juga memberikan tekanan baru bagi Samsung dan pemain foldable lainnya.
Samsung telah mengembangkan lini ponsel lipat selama beberapa generasi, sehingga memiliki pengalaman lebih panjang dalam membangun pasar tersebut.
Baca Juga: Apple Disebut Siapkan 'Keluarga' iPhone Duo Lipat, Diprediksi Jadi Ponsel Lipat Terlaris
Apple kini harus membuktikan bahwa ekosistem iPhone, optimalisasi iOS, serta desain perangkat mampu memberikan alasan kuat bagi konsumen untuk beralih ke format foldable.
Pada akhirnya, tantangan terbesar iPhone Duo bukan hanya menjual sebanyak mungkin unit.
Apple harus membuat ponsel lipat dipandang sebagai kategori iPhone baru yang relevan, bukan sekadar perangkat mahal untuk pengguna yang ingin mencoba teknologi terbaru.(*)
Editor : Budi Miank