PONTIANAK POST - Setiap hari, dari Sebagian besar dari kita mendapati pesan dari nomor tak dikenal, email berlogo bank, dan tautan hadiah masuk ke ponsel. Sebagian di antaranya adalah jebakan penipuan online.
Mengenali penipuan ini tidak sesulit yang dibayangkan dan bisa dilakukan siapa saja. Yuk, simak langkah sederhananya berikut ini.
Cara Kerja Phishing
Melansir dari Fraud Forensics, penipuan online yang dikenal sebagai phishing dilakukan dengan menyamar sebagai lembaga resmi, seperti bank atau instansi pemerintah. Pelaku juga bisa berpura-pura menjadi orang yang Anda kenal.
Baca Juga: OJK Kalbar Catat 4.163 Laporan Penipuan, Scam Belanja Online Paling Mendominasi
Pesan palsu ini datang lewat email, pesan whatsapp, atau situs palsu. Tujuannya agar korban mengeklik tautan, mengunduh lampiran berbahaya, atau mengisi data pribadi.
Waspadai Nada Pesan yang Mendesak
Sementara itu, melansir dari Total Defense, penipu sering mengancam bahwa akun Anda akan hilang atau diblokir agar korban panik.
Cermati Ejaan dan Tata Bahasa
Lembaga resmi umumnya mengirim pesan yang tampak profesional dan rapi. Karena itu, kesalahan ejaan dan tata bahasa yang janggal patut anda curigai.
Jangan Berikan Data Pribadi
Lembaga resmi tidak meminta data sensitif lewat email atau pesan singkat. Jangan berikan data pribadi atau keuangan kepada pengirim pesan semacam ini.
Baca Juga: OJK Kalbar Ingatkan Modus Penipuan Berkedok Nonton Drama China dan Investasi Online
Segera Bertindak Jika Terlanjur
Jika terlanjur memasukkan data di situs palsu, segera ganti kata sandi akun yang terdampak. Pantau juga mutasi rekening dan kartu kredit dari transaksi yang tidak dikenal.
Laporkan pesan penipuan kepada pihak yang dicatut namanya dan kepada otoritas berwenang. Langkah ini membantu orang lain agar tidak menjadi korban berikutnya.
Biasakan Mengetik Sendiri Alamat Situs
Melansir dari DEV Community, cara paling aman adalah mengetik sendiri alamat situs resmi, bukan mengeklik tautan dari pesan. Jangan membalas pesan mencurigakan dan jangan mengunduh lampirannya.
Anda tidak perlu terburu-buru menanggapi pesan yang masuk. Luangkan waktu sejenak sebelum bertindak untuk menimbang apakah pesan itu penipuan atau bukan. (fri/mgg)
Editor : Miftahul Khair