Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tim PKM Untan Atasi Permasalahan Kualitas Madu

Misbahul Munir S • Minggu, 12 Maret 2023 | 14:47 WIB
Proses pengurangan kadar air madu dengan mesin Dehumidifier. IST
Proses pengurangan kadar air madu dengan mesin Dehumidifier. IST
TIM Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Tanjungpura menggelar kegiatan Ttransfer Teknologi dan Knowledge kepada pemilik usaha madu di Desa Kapur, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (5/3) 2023. Anggota tim terdiri dari gabungan dua program studi, diantaranya adau Ratih Rahmahwati S.T., M.T dan Slvia Uslianti S.T., M.T dari Program Studi Teknik Industri. Serta ada Dr. Hikma Yanti S.Hut., M.Sc dari Fakultas Kehutanan.

Kegiatan ini didanai Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) melalui Program Dana Kesejahteraan dan Ekonomi Keberlanjutan Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (Dana Terra). Mitra PKM pada kegiatan ini adalah kelompok usaha Madu Arwana yang dipimpin Hadidi. Madu Arwana ini berperan dalam memasarkan madu hutan asli Kapuas Hulu.

Permasalahan yang hendak diselesaikan dalam kegiatan PKM ini fokus mengenai kualitas madu yang masih memiliki kadar air yakni berkisar antara 23 -30 persen. Sementara kualitas madu yang baik dan direkomendasikan adalah berkisar 16-17 persen agar terhindar dari fermentasi. Kadar air yang masih tinggi dikarenakan saat pemanenan madu di Danau Sentarum dipengaruhi curah hujan di sekitar danau. Jika kadar air masih terlalu tinggi, maka akan menyebabkan harga madu anjlok, jauh di bawah harga normal.

Beranjak dari kondisi tersebut, Tim PKM ingin menyelesaikan permasalahan kadar air madu melalui bantuan hibah alat dehumidifier box. Tim PKM juga memberikan pelatihan cara menggunakan alat dehumidifier yang baik untuk mengoptimalkan kualitas madu hutan Kapuas Hulu. Sehingga harapannya melalui pendampingan ini, kadar air Madu Arwana menjadi berkurang dan telah sesuai standar yang telah ditetapkan.

Selain itu dilakukan pula pelatihan terkait strategi pemasaran, product branding, packaging dan labeling. Tujuannya supaya packaging dan labeling dari Madu Arwana menjadi lebih aman dan menarik di mata konsumen. Pada pelatihan ini juga diberikan hibah alat packaging berupa satu set heat gun, satu set jar packaging madu dan satu set labeling. Serta diberikan pelatihan bagaimana membuat label yang menarik dan packaging yang aman.

Tim PKM Untan berharap melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan mitra. Sehingga kedepan dapat meningkatkan kualitas produk dan penjualan Madu Arwana bisa meningkat seperti pada saat puncak pandemi.

Ketua Tim PKM Untan Ratih Rahmawati, ST MT menyatakan PKM Untan melalui hibah Terra ini sangat baik dalam memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kecil menengah dalam pengembangan usaha dan perbaikan-perbaikan diri. Terutama sejak pandemi melanda, banyak UKM terpuruk pasca pandemi Covid. “Melalui transfer knowledge dan transfer technology ini diharapkan UKM-UKM dapat bangkit kembali dan siap bersaing dengan produk-produk dari perusahaan besar,” timpalnya.

Pelaku usaha Madu Arwana Hadidi mengungkapkan pihaknya menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada BPDLH melalui PKM Untan atas diberikannya bantuan hibah alat dehumidifier dan packaging produk. Menurutnya, pendampingan dan pelatihan penggunaan alat ini sangat bagus untuk memberikan pengetahuan dan informasi kepada mereka bagaimana meningkatkan kualitas madu menjadi lebih baik lagi.
“Dengan demikian kami berharap kedepan harga jual madu ini dapat lebih ditingkatkan. Kami juga siap berbagi informasi kepada pelaku usaha lain terkait pelatihan ini. Sehingga pada akhirnya kegiatan ini dapat berkelanjutan,”tutupnya. (vie/ser) Editor : Misbahul Munir S
#Tim PKM Untan #Kualitas Madu #Atasi Permasalahan #BPDLH