Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dosen Pendidikan Matematika FKIP Untan Bekali Keterampilan Guru

A'an • Jumat, 21 Juni 2024 | 21:40 WIB
PAPARAN: Sesi paparan dalam kegiatan Bimtek penyusunan LKPD Model Pembelajaran Inovatif Tahun pelajaran 2023/2024 bagi guru matematika sekolah menengah di Kota Pontianak, Rabu (19/6).
PAPARAN: Sesi paparan dalam kegiatan Bimtek penyusunan LKPD Model Pembelajaran Inovatif Tahun pelajaran 2023/2024 bagi guru matematika sekolah menengah di Kota Pontianak, Rabu (19/6).

PONTIANAK - Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan profesionalisme guru, Tim dosen Pendidikan Matematika FKIP Untan mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan LKPD Model Pembelajaran Inovatif Tahun pelajaran 2023/2024 bagi guru matematika sekolah menengah di Kota Pontianak, Rabu (19/6).

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para guru matematika dengan pengetahuan dan keterampilan dalam merancang perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan saat ini.

Kegiatan ini merupakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), yang diketuai oleh Dr. Hamdani, M.Pd, serta anggota yang terdiri dari Dr. Dede Suratman, M.Si, Dr. Rustam, M.Pd, Dr. Sugiatno, M.Pd, Dr. M. Rif'at, M.Pd, Dra. Halini, M.Pd.

“Sasaran dari kegiatan ini adalah guru-guru matematika sekolah menengah di Kota Pontianak dan sekitarnya. Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 17 orang dari 20 orang guru yang diundang,” ungkap Hamdani.

Hamdani menilai saat ini hasil belajar matematika siswa masih bermasalah. Ini salah satunya terlihat dari angka IQ orang Indonesia yang relatif masih rendah, yakni di bawah 100, setara Filipina, Myanmar. Di Kalbar sendiri, hasil belajar matematika Kalbar rangking 30 dari seluruh provinsi di Indonesia.

Dirinya menduga, penyebab dari hal ini salah satunya lantaran pembelajaran guru di sekolah yang cenderung masih belum berpusat pada siswa. Ia menilai guru harus melaksanakan pembelajaran inovatif, seperti model pembelajaran berbasis masalah (PBL) dan Discovery learning (DL).

“Sayangnya dalam melaksanakan model-model tersebut guru lebih memperhatikan prosedur atau langsung dan kurang memperhatikan substansi dari model tersebut,” jelasnya. Akibatnya, tambah dia, siswa kurang dalam pemahaman konsep, kemandirian belajar, dan berpikir kritis.
Salah satu kunci keberhasilan implementasi model pembelajaran inovatif tersebut adalah pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). LKPD yang dirancang guru harus sesuai dengan yang dimaksud oleh model tersebut.
PKM ini bertujuan untuk membekali para guru matematika agar dapat merancang perangkat pembelajaran seperti yang diharapkan.

“Kami ingin mengajak guru melaksanakan pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada siswa. Ini sesuai dengan arahan Kurikulum Merdeka dimana siswa dikelompokkan dengan karakteristiknya,” papar dia.

Kegiatan ini diisi dengan pemaparan materi, diskusi dan tanya jawab, serta penugasan membuat modul ajar dan LKPD.

Baca Juga: Dosen Untan Ini Bongkar Rahasia Herzaky Jadi Tokoh Muda Kalbar yang Menasional

Tugas tersebut nanti akan dikoreksi untuk selanjutnya akan dilakukan refleksi dan evaluasi bersama peserta pada pertemuan berikutnya. (sti/ser)

Editor : A'an
#lkpd #untan #fkip untan #bimtek