PONTIANAK POST – Pandangan masyarakat mengenai fengsui sering kali terjebak dalam batas antara mitos, tradisi, dan spiritualitas. Banyak publik yang masih mempertanyakan apakah ilmu topografi kuno ini berbenturan dengan nilai keagamaan atau tidak. Menjawab rasa penasaran tersebut, seorang kreator konten digital kanal Youtube, DennySantoso mengundang seorang pakar (expert) di bidang fengsui, Ci Leli, untuk membedah logika di balik ilmu metafisika ini secara transparan.
Dalam sesi wawancara santai tersebut, Ci Leli menegaskan bahwa pada prinsipnya, fengsui tidak memiliki kaitan dengan ajaran agama mana pun. Sebaliknya, ia menganalogikan ilmu ini seperti profesi arsitek zaman dulu yang mengandalkan perhitungan matematis akurat. "Sebenarnya kalau fengsui dari awal itu tidak pernah membicarakan tentang agama. Kita adalah penataan tentang manusia, unsur manusia, atau dengan bintang yang berhubungan dengan alam semesta," jelas Ci Leli. Hubungan makrokosmos antara matahari, bulan, dan bumi inilah yang memengaruhi energi atau sirkulasi udara di sekitar ruang hidup manusia demi menciptakan keselarasan dengan alam.
Analogi Google Map dan Rahasia Efisiensi Rezeki
Untuk mempermudah pemahaman kaum urban, pakar fengsui ini menggunakan analogi aplikasi navigasi modern guna menjelaskan perbedaan mendasar sebelum dan sesudah rumah atau tempat usaha ditata menggunakan prinsip fengsui. Energi yang selaras diibaratkan seperti petunjuk jalan bebas hambatan.
"Contohnya seperti kita zaman sekarang adalah Google Map. Kita mau dari satu tempat ke tempat lain itu Google Map membantu kita untuk melihat mana yang lebih lancar sampai tujuan," ujar Ci Leli. Ketika manusia hidup selaras dengan alam sekitar, perjalanannya akan terasa dituntun, membuka pintu rezeki dari berbagai pihak tanpa terhingga, sehingga segala upaya dalam bekerja terasa lebih mudah (effortless) baik dari segi finansial maupun kesehatan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Oleh-Oleh, Suvenir Makanan Simbol Berbagi Rezeki Dalam Pernikahan
Ia juga meluruskan salah kaprah publik yang kerap membenturkan fengsui dengan kuasa Tuhan. Menurutnya, fengsui hanyalah sebuah ikhtiar alternatif atau alat bantu, sama halnya seperti manusia menggunakan jasa arsitek saat membangun gedung atau pergi ke dokter saat sakit. Ilmu yang telah teruji secara turun-temurun selama 5.000 tahun ini murni diaplikasikan untuk mendukung pola hidup manusia, tanpa pernah berniat melampaui takdir Tuhan.
Studi Kasus Nyata: Efek Bongkar Toilet di Sektor Keuangan Rumah
Dalam tayangan tersebut, sang pembawa acara membagikan pengalaman pribadinya saat melakukan renovasi besar pada ruang kerjanya setelah berkonsultasi. Sebelumnya, salah satu ruangan di rumahnya memiliki toilet tepat di area yang menurut perhitungan fengsui merupakan sektor keuangan. Setelah dianalisis, posisi tersebut memicu kebocoran energi finansial yang parah; omzet atau pendapatan yang masuk sebenarnya sangat besar, namun pengeluaran tak terduga (spending) juga mengalir deras secara tidak terprediksi karena diletakkan di area pembuangan.
Sebagai seseorang yang cepat mengeksekusi peluang (action taker), sang pemilik langsung membongkar area toilet tersebut. Efek instan pasca-renovasi sukses membuatnya tercengang. Hanya dalam waktu seminggu sejak pembongkaran, dua aset apartemen miliknya di kota lain yang selama 12 tahun macet—tidak laku dijual maupun disewa—mendadak langsung terjual dalam waktu kilat secara berturut-turut. Bahkan, proses pengurusan dokumen di notaris yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu, selesai dalam hitungan hari.
Meskipun letak aset tersebut berada di kota yang berbeda, Ci Leli menjelaskan bahwa penutupan area pembuangan di rumah utama otomatis mengaktifkan kembali sektor keuangan sang pemilik, sehingga rezeki datang dari jalan yang tidak disangka-sangka.
Baca Juga: Menguak Sejarah Kelam di Balik Lukisan Mustafa Pasha di Museum Wina yang Terkesan Angker
Potensi Kaya Setiap Orang dan Peluang Hoki di Tahun Ini
Menjawab pertanyaan besar publik mengenai apakah semua orang memiliki potensi untuk kaya, sang pakar membenarkan hal tersebut namun dengan catatan adanya perbedaan pada kapasitas "wadah" rezeki dan durasi masa kejayaan masing-masing individu berdasarkan pola lahir mereka. Fengsui hadir sebagai stimulus untuk mendongkrak potensi tersebut ke titik maksimal.
Namun, faktor eksternal ini tidak akan bekerja jika manusia terkunci oleh mental blok atau luka batin (negative self-talk). Manusia tidak boleh pasrah menyalahkan latar belakang keluarga yang susah sebagai alasan untuk tidak sukses. Sinergi kesuksesan terdiri dari tiga pilar utama: keberuntungan langit (doa, amal, sedekah), keberuntungan manusia (usaha, kecerdasan, kesehatan mental), dan keberuntungan bumi (fengsui lingkungan).
Menutup obrolan interaktif tersebut, Ci Leli membocorkan beberapa shio yang diprediksi memegang sinyal hoki dan peluang besar sepanjang tahun ini, di antaranya adalah Shio Kuda dan Shio Kambing. Di setiap kesusahan pasti ada peluang, begitu pula sebaliknya. Kesiapan diri manusia untuk terus berikhtiar dan melakukan usaha terbaik adalah modal utama, karena pada akhirnya, biarkan Tuhan yang menyelesaikan sisanya. (rbj)
Editor : Rafael B. Junior