
PONTIANAK POST - Arus modal asing yang masuk ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) turut mendorong kenaikan utang luar negeri (ULN) Indonesia pada awal 2026.
Bank Indonesia mencatat posisi ULN Indonesia per Februari 2026 mencapai USD 437,9 miliar.
Angka tersebut meningkat dari posisi Januari yang sebesar USD 434,9 miliar.
Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Anton Pitono mengatakan secara tahunan ULN tumbuh 2,5 persen.
Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan Januari yang sebesar 1,7 persen.
Menurut Anton, kenaikan ULN terutama berasal dari sektor publik, khususnya bank sentral.
Hal itu seiring meningkatnya kepemilikan investor asing pada instrumen SRBI.
“Kenaikan ini terkait aliran modal asing yang masuk ke SRBI,” ujarnya.
Sementara itu, utang luar negeri pemerintah tercatat sebesar USD 215,9 miliar.



