Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasar Kripto Mulai Stabil, Tapi Investor Perlu Atur Strategi Diversifikasi

A
Ilustrasi bitcoin, salah satu mata uang kripto yang popularitasnya terus menanjak.
Ilustrasi bitcoin, salah satu mata uang kripto.


Advertisement

PONTIANAK POST – Pasar kripto mulai menunjukkan pergerakan yang lebih stabil setelah mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut membuat strategi diversifikasi portofolio kembali menjadi perhatian investor untuk mengantisipasi perubahan harga aset digital yang cepat.

Mengutip laporan Economic Times, harga Bitcoin dalam tiga pekan terakhir sempat bergerak volatil pada kisaran USD74 ribu hingga USD79 ribu. Namun, pergerakan Bitcoin kemudian mulai memasuki fase konsolidasi di sekitar USD77 ribu seiring meredanya tekanan sentimen global.

Berdasarkan data Google Finance, harga Bitcoin berada di sekitar Rp1,425 miliar per BTC pada 27 Agustus 2026 pukul 16.58 UTC. Pada periode yang sama, Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD80.000, menunjukkan harga telah bergerak di atas level USD77.000 yang disebut dalam laporan sebelumnya.

Advertisement

Pergerakan Bitcoin menunjukkan perubahan dibandingkan periode volatilitas sebelumnya. Berdasarkan data Google Finance harga Bitcoin naik 20,99 persen dalam satu bulan.

Perubahan tersebut terjadi setelah sentimen global yang sebelumnya menekan pasar kripto mulai mereda. Meski volatilitas menurun, aset digital tetap memiliki risiko tinggi sehingga investor perlu memperhatikan strategi pengelolaan risiko.

Investor Perlu Menyesuaikan Strategi

Advertisement

PR & Marketing Communication Manager Bittime, Efma Pasangka, mengatakan perubahan kondisi pasar membuat perhatian investor kembali tertuju pada pengelolaan risiko.

“Perubahan kondisi pasar ini membuat perhatian pelaku pasar kembali tertuju pada pentingnya pengelolaan risiko. Sehingga investor bisa menghadapi pergerakan aset digital yang cenderung cepat berubah mengikuti sentimen global,” ujar Efma, Jumat (27/6).

Dalam kondisi pasar yang bergerak dinamis, investor perlu mempertimbangkan komposisi aset dalam portofolionya. Diversifikasi menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pergerakan satu jenis aset.

Namun, diversifikasi bukan berarti menghilangkan risiko investasi. Setiap aset memiliki karakteristik, tingkat volatilitas, dan risiko yang berbeda.

Diversifikasi untuk Mengelola Risiko

Menurut Efma, diversifikasi aset dapat menjadi bagian dari strategi investasi yang lebih adaptif. Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu investor menjaga fleksibilitas ketika terjadi perubahan harga aset digital.

Advertisement

Artikel Terkait

Transaksi Kripto Turun, Pengguna Bertambah, Pasar Sideways Membuat Trader Lebih Selektif

Transaksi Kripto Turun, Pengguna Bertambah, Pasar Sideways Membuat Trader Lebih Selektif

Transaksi kripto Juli 2026 turun 28,2 persen menjadi Rp20,52 triliun, tetapi akun konsumen bertambah menjadi 22,93 juta.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer