Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

APBN 2027 Naik, BEI Targetkan Transaksi Rp 21 Triliun per Hari

A
MELONJAK: Petugas melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/10/2026). IHSG melonjak 5,65 persen ke level 5.278,89.  //// ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
MELONJAK: Petugas melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/10/2026). IHSG melonjak 5,65 persen ke level 5.278,89. //// ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Advertisement

 

PONTIANAK POST - Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp 21 triliun pada 2027. Target tersebut naik 16,7 persen dibandingkan proyeksi dalam rencana kerja dan anggaran tahunan (RKAT) 2026 revisi sebesar Rp 18 triliun.

Untuk mendukung target itu, BEI mengalokasikan anggaran Rp 596,4 miliar bagi pelaksanaan 51 program kerja sepanjang 2027. Anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat bisnis, infrastruktur, dan kapasitas operasional bursa.

Advertisement

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pemegang saham telah menyetujui tiga agenda dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), yakni perubahan anggaran dasar untuk demutualisasi bursa, penggunaan saldo laba ditahan, serta RKAT 2027. Satu agenda lainnya disampaikan sebagai informasi dan tidak memerlukan persetujuan pemegang saham.

“Dengan arah dan prioritas tersebut, rencana kerja tahun 2027 disusun sebagai langkah konkret untuk memperkuat fundamental Bursa Efek Indonesia sekaligus mempersiapkan kapasitas yang diperlukan untuk mendukung pencapaian target strategis menuju 2030,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers RUPSLB BEI di Jakarta, Kamis (29/10).

Dalam RKAT 2027, anggaran Rp 596,4 miliar dibagi menjadi dua kelompok utama. Pilar bisnis memperoleh alokasi Rp 186,8 miliar atau 31,3 persen dari total anggaran.

Advertisement

Dana tersebut digunakan untuk memperkuat bisnis transaksi dan nontransaksi, meningkatkan kuantitas dan kualitas perusahaan tercatat, serta memperluas partisipasi investor.

Sementara itu, anggaran untuk infrastruktur dan kapabilitas pendukung operasional mencapai Rp 409,7 miliar atau 68,7 persen. Dari jumlah tersebut, Rp 380,7 miliar dialokasikan untuk penguatan dan optimalisasi aset teknologi informasi.

“Investasi teknologi diarahkan untuk menjaga keandalan sistem perdagangan, meningkatkan kapasitas layanan, serta menyiapkan infrastruktur bagi pengembangan pasar ke depan,” paparnya.

Belanja Investasi Naik 161,82 Persen

Di luar anggaran program kerja, BEI menyiapkan belanja investasi sebesar Rp 670 miliar pada 2027. Nilai tersebut meningkat 161,82 persen dibandingkan RKAT 2026 revisi untuk mendukung pengelolaan infrastruktur dan pengembangan bisnis perseroan.

Advertisement

Artikel Terkait

Pemkab Kubu Raya Siapkan Rp3,3 Miliar untuk PKK dan Posyandu Desa pada 2027

Pemkab Kubu Raya Siapkan Rp3,3 Miliar untuk PKK dan Posyandu Desa pada 2027

Pemkab Kubu Raya siapkan Rp3,3 miliar untuk memperkuat PKK dan posyandu desa pada 2027 di tengah keterbatasan fiskal.

BEI Keluarkan 80 Saham HSC dari IHSG, Ini Daftarnya

BEI Keluarkan 80 Saham HSC dari IHSG, Ini Daftarnya

Saham tetap dapat diperdagangkan, tetapi pergerakan harganya tidak lagi memengaruhi IHSG. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat

IHSG Berpeluang Menguat Pekan Ini, The Fed Diprediksi Tahan Bunga

IHSG Berpeluang Menguat Pekan Ini, The Fed Diprediksi Tahan Bunga

IHSG berpeluang menguat setelah tekanan jual pekan lalu. Investor mencermati arah suku bunga The Fed dan pemulihan ekonomi domestik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer