Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Banyak Katalis Positif, IHSG Bakal Lanjutkan Penguatan

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 18 Januari 2026 | 23:04 WIB

 

Pegawai berjalan di bawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (5/8/2024).
Pegawai berjalan di bawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (5/8/2024).

PONTIANAK POST – Setelah menembus rekor tertinggi sepanjang masa, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum menunjukkan tanda kehabisan napas. Pasar saham Indonesia masih menyimpan peluang penguatan pada pekan ini dengan ditopang sentimen global dan domestik yang relatif kondusif.

Pengamat pasar modal Hans Kwee menilai, arah pasar masih dipengaruhi dinamika kebijakan Amerika Serikat. Pujian Presiden AS Donald Trump kepada penasihat ekonominya Kevin Hassett dinilai menjadi sentimen positif. Pernyataan itu sekaligus menutup peluang Hassett menjadi Gubernur The Federal Reserve (The Fed).

Di sisi lain, data tenaga kerja AS yang lebih baik dari perkiraan justru membuat peluang pemangkasan suku bunga The Fed mundur hingga Juni 2026. Pelaku pasar masih memperkirakan akan ada dua kali pemotongan suku bunga sepanjang tahun ini.

“Di pasar AS juga masih terjadi rotasi dari saham teknologi berkapitalisasi besar ke saham-saham yang dinilai masih undervalued, terutama yang berkapitalisasi menengah dan kecil,” ujar Hans kemarin (18/1). Harga minyak dunia turut bergerak fluktuatif seiring potensi campur tangan AS terhadap dinamika geopolitik Iran.

Dari dalam negeri, potensi pelebaran defisit fiskal menjadi faktor yang membebani pergerakan rupiah di awal tahun. Bank Indonesia diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuannya guna menjaga stabilitas nilai tukar.

 “Pekan depan (pekan ini) pasar menantikan data inflasi AS yang diperkirakan turun tipis, serta keputusan suku bunga Bank Indonesia yang diproyeksikan tetap. IHSG berpeluang konsolidasi menguat dengan support di 9.000 hingga 8.715 dan resistance di 9.100 sampai 9.199,” jelas Hans.

Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan pada Kamis (15/1), IHSG dan kapitalisasi pasar kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. “IHSG mencapai level 9.075,406 dan kapitalisasi pasar menembus Rp16.512 triliun,” ujarnya.

Data perdagangan sepekan di BEI menunjukkan mayoritas indikator berada di zona positif. Rata-rata nilai transaksi harian naik 3,87 persen menjadi Rp 32,68 triliun dari Rp 31,46 triliun pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar meningkat 1,29 persen menjadi Rp16.512 triliun dari Rp16.301 triliun. (mim/dio)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#bullish #ihsg