Kisah-Kisah di Balik Sensus Ekonomi 2026: Ditolak Warga, Dikejar Anjing, hingga Disambut ODGJ

Di balik deretan angka yang kelak menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah, ada perjuangan yang jarang terlihat. Setiap hari, petugas Sensus Ekonomi 2026 menyusuri gang-gang sempit, mengetuk satu per satu pintu rumah warga, menghadapi penolakan, kecurigaan, bahkan ancaman.
ASHRI ISNAINI, Kubu Raya
DI bawah terik matahari pagi, Nely Devianti menyusuri gang-gang permukiman di Desa Sungai Raya Dalam. Sebuah telepon pintar dan buku catatan kecil tak pernah lepas dari tangannya. Dari satu rumah ke rumah lain, ia mengetuk pintu, memperkenalkan diri, lalu berharap pemilik rumah bersedia meluangkan beberapa menit untuk menjawab pertanyaan yang kelak menjadi bagian dari potret ekonomi Indonesia.
Rutinitas itu dijalani mitra Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kubu Raya selama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Di balik angka-angka statistik yang menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah, ada perjuangan petugas lapangan yang harus menghadapi penolakan, kecurigaan, hingga berbagai tantangan demi memastikan tak ada rumah tangga maupun pelaku usaha yang luput dari pendataan.
Sebagian warga menyambutnya dengan ramah. Namun, tak sedikit yang hanya mengintip dari balik jendela lalu menutup kembali pintunya. Ada pula yang menolak karena mengira pendataan berkaitan dengan bantuan sosial atau pajak.
"Kalau dimarahi atau ditolak, itu sudah makanan sehari-hari kami. Mental petugas lapangan memang harus siap menghadapi situasi apa pun," ujar Nely sambil tersenyum.
Di balik senyum itu tersimpan pengalaman lebih dari satu dekade mendatangi ribuan rumah dengan beragam karakter masyarakat. Nely mengawali tugasnya pada Sensus Pertanian 2013, kemudian Sensus Ekonomi 2016, berbagai pendataan sosial, hingga kembali dipercaya menjadi petugas Sensus Ekonomi 2026.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan mengisi kuesioner, melainkan membangun kepercayaan masyarakat. "Kalau sudah dipercaya, pertanyaannya sebanyak apa pun biasanya dijawab. Tapi kalau belum percaya, baru memperkenalkan diri saja kadang sudah ditolak," katanya.
Kepercayaan Lebih Sulit Dibangun
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berbeda dengan sebelumnya. Jika dulu seluruh pendataan menggunakan formulir kertas, kini seluruh proses dilakukan melalui aplikasi digital.



