Ujung Perjalanan Karir Paripurna Harisson, dari Dokter Kampung hingga Sekda dan Pj Gubernur Kalbar

Tiga dekade mengabdi sebagai ASN membawa Harisson dari seorang dokter di pelosok Kalbar hingga menduduki dua posisi strategis, yakni Sekda dan Pj Gubernur. Di hari terakhirnya sebagai Sekda, ia menutup perjalanan panjang tersebut dengan berpamitan sekaligus menitipkan pesan kepada ASN untuk terus mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
IDIL AQSA AKBARY, Pontianak
Tidak ada yang benar-benar berbeda dari, Senin (31/8) pagi di Kantor Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar). Aktivitas pemerintahan tetap berjalan seperti biasa. Rapat digelar, kepala perangkat daerah datang dan pergi, urusan pemerintahan dibahas, dan agenda demi agenda tetap dijalankan.
Di tengah kesibukan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar, Harisson masih menjalankan rutinitasnya seperti hari-hari sebelumnya. Ia sempat memimpin rapat di ruang kerjanya. Menerima sejumlah kepala perangkat daerah. Berkomunikasi dengan jajaran pemerintahan. Hingga menyempatkan diri menerima awak media yang datang untuk berbincang tentang perjalanan pengabdiannya.
Tidak ada tanda-tanda sebuah rutinitas besar sedang berakhir. Namun, bagi Harisson, Senin itu berbeda. Itulah hari terakhir dirinya menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Setelah tiga dekade mengabdi di Kalbar, mulai Selasa (1/9), dokter yang kemudian menjelma menjadi birokrat tersebut resmi memasuki masa purnabakti.
Hari terakhir itu pun diwarnai perpisahan. Di sela kesibukan sebagai Sekda, Harisson menerima ucapan, dan salam dari jajaran sejawat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan panjang kariernya.
Barangkali justru karena berlangsung di tengah rutinitas itulah perpisahan tersebut terasa berbeda. Kantor tetap sibuk. Pemerintahan tetap berjalan. Tetapi orang yang selama bertahun-tahun berada di salah satu pusat kendali birokrasi Kalbar itu tidak lagi akan menjalankan rutinitas yang sama mulai keesokan harinya.
Harisson kemudian sedikit bercerita tentang perjalanan panjang tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kalbar yang telah mendukung kinerja saya sebagai ASN,” ujar Harisson.
Baca Juga: Harisson Dorong Birokrasi Kalbar yang Agile dan Berorientasi Hasil Lewat Sinergi dengan KemenPAN-RB
Tiga puluh tahun sebelumnya, tidak ada yang tahu bahwa perjalanan seorang dokter yang datang ke Kalbar pada 1994 itu kelak akan membawanya ke dua posisi penting di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar.
Harisson pertama kali datang, dan mengabdi di Kalbar pada 1994. Saat itu, ia bekerja sebagai dokter di lingkungan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sanggau. Setahun kemudian, pada 1995, ia melanjutkan pengabdiannya sebagai dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Puskesmas Teluk Batang, Kabupaten Ketapang.



