Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Robert Bersama Istri Menaklukkan Jalur Jawa–Lombok dengan Motor, Bangga Menggunakan Plat KB sebagai Jati Diri Daerah Asal

Mirza Ahmad Muin • Senin, 30 Maret 2026 | 10:15 WIB

 

PERJALANAN LINTAS PULAU: Robert Iskandar bersama istri beristirahat sejenak di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, setelah menempuh perjalanan panjang lintas pulau menggunakan motor.
PERJALANAN LINTAS PULAU: Robert Iskandar bersama istri beristirahat sejenak di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, setelah menempuh perjalanan panjang lintas pulau menggunakan motor.

Bagi sebagian orang, touring bermotor lintas pulau di usia di atas kepala lima dianggap mustahil. Namun anggapan itu dipatahkan Robert. Baru-baru ini, mantan jurnalis senior Kalbar tersebut menjajal jalur Jawa hingga Lombok menggunakan motor kesayangannya.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

Kecintaan Robert terhadap dunia otomotif sudah tumbuh sejak lama. Saat masih berprofesi sebagai jurnalis, ia kerap memacu kendaraan roda dua untuk mengejar berita. Setelah pensiun sebagai redaktur olahraga senior di Pontianak Post, ia melanjutkan hobinya melalui touring lintas pulau.

Baru-baru ini, ia melakukan perjalanan jauh dari Pontianak menuju Pulau Jawa, Bali, hingga finis di Lombok. “Saya tidak menyangka bisa menaklukkan jalur antar pulau ini, terlebih usia saya sudah di atas kepala lima. Ternyata saya berhasil mengalahkan ketakutan dalam pikiran,” ujar Robert.

Menurutnya, karakter jalan di Kalimantan Barat berbeda dengan di Pulau Jawa, Bali, dan Lombok. Gaya berkendara masyarakat di tiap daerah juga memiliki perbedaan, yang kemungkinan dipengaruhi kondisi geografis dan alam setempat.

Sebelum menuntaskan perjalanan ke Lombok, Robert terlebih dahulu menjajal jalur pantai utara Kalbar bersama istrinya. Jalanan di kawasan tersebut relatif landai dengan aspal yang baik, meski terdapat beberapa tikungan dengan tanjakan cukup tinggi. Bagi Robert, di situlah letak sensasi dan seni berkendara yang membuatnya ketagihan touring. Selain itu, banyaknya sahabat dari komunitas motor di berbagai daerah membuatnya tidak khawatir saat menempuh perjalanan panjang.

Meski demikian, setiap pengendara harus memahami kondisi kendaraan yang digunakan. Robert mengendarai motor sport touring CB 150X bermesin 150 cc dan memahami detail mesin serta kenyamanan tunggangannya. Ketika muncul ketidaknyamanan saat perjalanan, ia sudah mengetahui letak permasalahannya.

Di usia yang tidak lagi muda, Robert disiplin beristirahat setiap dua jam sekali untuk menjaga kondisi tubuh. Setelah kembali segar, perjalanan pun dilanjutkan.

Ia menjelaskan, perjalanan touring dari Pontianak hingga Lombok menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Perjalanan dimulai dari Pontianak menuju Semarang menggunakan kapal laut.

Dari Semarang, perjalanan dilanjutkan ke Muntilan, Yogyakarta, Candi Prambanan, Sleman, hingga Surabaya. Selanjutnya menuju Lembar di Pulau Lombok, kemudian ke Mandalika, Lombok Tengah, Lombok Timur, Gili Trawangan, Senggigi, Kota Mataram, Karangasem (Bali), Denpasar, Pantai Kuta, Pantai Pandawa, GWK, Negara, Gilimanuk, Banyuwangi, Taman Nasional Baluran, kembali ke Surabaya, Pulau Madura, Malang, Batu, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Pacitan, Gunung Kidul, Yogyakarta, Kulon Progo, Jawa Barat, Ciamis, Bandung, Bekasi, Jakarta, Depok, Bekasi, Cirebon, Semarang, Pati, Kudus, Ungaran, Bandungan, hingga kembali ke Pontianak.

“Total perjalanan saya mencapai 4.050 kilometer. Perjalanan dimulai pada 18 Desember 2025 dan kembali ke Pontianak pada 1 Februari,” ungkapnya.

Perjalanan tersebut semakin membanggakan karena ia menggunakan kendaraan berpelat KB, identitas Kalimantan Barat. Selama perjalanan, ia kerap mendapat apresiasi dari sesama pengendara. Tidak jarang, orang yang ditemuinya menyapa, berbincang, bahkan makan bersama sambil bertukar pengalaman. Banyak yang penasaran dengan asal pelat kendaraannya dan mengabadikan momen bersama motor tersebut.

“Saya bangga menggunakan plat KB. Bahkan di Bali, saya sempat disapa pengendara lain. Saat berbincang, ternyata ia berasal dari Batu Ampar. Inilah jati diri kita, Kalbar,” ujarnya.

Setelah menuntaskan perjalanan ini, Robert berencana menjajal jalur Sulawesi atau Sumatera. Namun sebelum itu, ia ingin mencoba jalur menuju IKN. Rencana tersebut masih menunggu restu dari istri dan anaknya. (**)

Editor : Hanif
#touring #jawa #lintas pulau #kalbar #Mantan Jurnalis #lombok