
PONTIANAK POST - Mengajarkan anak tentang keamanan diri bukan untuk menumbuhkan rasa takut, melainkan sebagai bentuk cinta dan perlindungan.
Dengan pemahaman yang tepat, anak justru bisa tumbuh menjadi pribadi yang berani, waspada, dan mampu menjaga dirinya sendiri.
Dilansir dari Jawapos, Psikolog Klinis Fikri Tahta Nurul Fiqih memberikan delapan sinyal bahaya yang mungkin ditemui anak dan perlu dikenali dalam kehidupan sehari-hari.
Pengenalan ini membantu anak lebih peka terhadap situasi yang berpotensi membahayakan.
Berikut delapan sinyal bahaya yang perlu dikenalkan kepada anak:
1. Orang asing yang terlalu akrab
Misalnya mengajak ngobrol lama, menawarkan tumpangan, atau memberi hadiah tanpa alasan.
2. Benda-benda berbahaya di rumah
Seperti pisau, gunting, colokan listrik, atau obat-obatan yang tidak boleh disentuh tanpa pengawasan.
3. Tawaran makanan atau mainan dari orang tak dikenal
Ajarkan anak untuk menolak jika pemberi bukan orang tua atau orang terpercaya.
4. Permintaan untuk menyimpan rahasia
Jika ada yang meminta anak merahasiakan sesuatu dari orang tua, itu tanda bahaya.
5. Sentuhan yang membuat tidak nyaman
Ajari anak mengenali bagian tubuh pribadi dan berani berkata “tidak” jika disentuh sembarangan.



