Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Parenting Merdeka untuk Gen Alpha, Bebas Memilih tetapi Tetap Perlu Batasan

C
Penulis: Chairunnisya❯
REKREASI: Anak-anak bermain di salah satu alat permainan yang disediakan di Taman Kota Intan Ngabang, Selasa (14/1) sore.MIFTAH/PONTIANAKPOST
REKREASI: Anak-anak bermain di salah satu alat permainan yang disediakan di Taman Kota Intan Ngabang, Selasa (14/1) sore.MIFTAH/PONTIANAKPOST

Advertisement

PONTIANAK POST - Membesarkan anak tidak selalu berarti mengatur setiap langkahnya.

Anak juga membutuhkan kesempatan untuk memilih, menyampaikan pendapat, dan belajar dari keputusan yang dibuatnya.

Namun, kebebasan tetap perlu berjalan bersama arahan dan batasan yang jelas.

Advertisement

Salah satu pendekatan yang banyak diperbincangkan adalah parenting merdeka, yakni pola asuh yang memberi ruang kepada anak untuk berpikir dan menentukan pilihan tanpa tekanan, ketakutan, maupun paksaan berlebihan.

Psikolog Klinis Griya Psikologi, Aironi Zuroida SPsi MPsi Psikolog, menilai pendekatan tersebut relevan selama orang tua tetap hadir dalam proses tumbuh kembang anak.

Advertisement

’’Konsep parenting merdeka cukup baik dan relevan. Anak tetap membutuhkan orang tua yang hadir, memberikan arahan, dan menetapkan batasan,’’ ujarnya, dikutip dari Jawapos. 

Tiga Dukungan Penting dalam Parenting

Dalam perspektif psikologi, parenting merdeka berkaitan dengan Self-Determination Theory (SDT).

Menurut Aironi, terdapat tiga dukungan orang tua yang penting, yakni autonomy support, involvement, dan structure.

Autonomy support berarti memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih dan terlibat dalam pengambilan keputusan.

Sementara itu, involvement ditunjukkan melalui perhatian serta keterlibatan emosional orang tua.

Advertisement

Artikel Terkait

Dugaan Persetubuhan Anak 17 Tahun di Singkawang Diusut, Polisi Sebut Terjadi Tiga Kali di Indekos

Dugaan Persetubuhan Anak 17 Tahun di Singkawang Diusut, Polisi Sebut Terjadi Tiga Kali di Indekos

Polres Singkawang mengusut dugaan persetubuhan anak 17 tahun yang disebut terjadi tiga kali di sebuah indekos pada Maret-April 2026.

11 Puskesmas di Sintang Kini Punya Ruang Bermain Anak, Layanan Kesehatan Makin Ramah Keluarga

11 Puskesmas di Sintang Kini Punya Ruang Bermain Anak, Layanan Kesehatan Makin Ramah Keluarga

Sebanyak 11 dari 22 puskesmas di Sintang kini memiliki ruang bermain anak, sementara edukasi pencegahan pernikahan anak disiapkan.

Meta Hadapi Sidang Bersejarah soal Tuduhan Membuat Anak Kecanduan Media Sosial

Meta Hadapi Sidang Bersejarah soal Tuduhan Membuat Anak Kecanduan Media Sosial

Meta menghadapi gugatan empat negara bagian AS yang menuding Facebook dan Instagram sengaja dibuat adiktif bagi anak-anak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer