Perempuan yang independen biasanya bisa secara mandiri melakukan segala hal yang diinginkan, baik pekerjaan, kehidupan dan masih banyak lagi. Namun, tak sedikit pria enggan mendekati wanita independen karena menganggapnya sebagai saingan. Khawatir wanita lebih tinggi, lebih sukses dan melampaui dirinya.
Oleh : Siti Sulbiyah
Menjadi perempuan yang mandiri dan kuat menjadi salah satu kualitas yang diinginkan sebagian besar perempuan. Karena kemandiriannya tersebut, tak jarang mereka merasa kesulitan untuk menemukan cinta. Salah satunya bisa jadi karena adanya stereotip bahwa perempuan tidak boleh terlalu mandiri karena nanti laki-laki enggan mendekati.“ Ya anggapan itu sepertinya memang masih ada di masyarakat,” ungkap Naini, warga Kota Pontianak.
Naini yang merupakan pekerja swasta di Kota Pontianak ini mengakui beberapa kali melihat fenomena di mana laki-laki yang enggan tersaingi oleh pasangannya. Ada kecenderungan laki-laki lebih menyukai perempuan yang penurut dan manut dengan apa yang diinginkan.
Menurutnya, laki-laki tidak perlu minder, atau tersaingi atas kelebihan dan pencapaian seorang perempuan. Dia menilai tidak perlu takut memiliki hubungan serius dengan perempuan mandiri. Bahkan dia menilai, memiliki pasangan yang punya kemandirian adalah sebuah nilai plus.
Walau begitu, kata dia, bukan berarti perempuan mandiri tidak membutuhkan orang lain setiap aktivitasnya. “Namun mandiri di sini bukan berarti ia tidak membutuhkan orang lain,” ucapnya.
Aan, seorang warga Sambas mengakui cenderung menyukai perempuan yang mandiri. Dalam menjalin hubungan serius, ia berharap bisa memiliki pasangan yang bisa memberikan pandangan-pandangan yang positif untuk kebaikan di masa depan. Dan, ia yakin hal itu bisa didapat dari pasangan yang punya kepribadian mandiri.
“Lebih suka dengan perempuan yang punya pandangan, bisa memberikan saran dan masukan. Bukan perempuan yang hanya menurut saja,” katanya.
Dirinya yakin perempuan mandiri pun belum tentu bisa mengerjakan semua hal. Dalam segala hubungan, tentu punya tugas dan porsinya masing-masing. “Tidak masalah kalau perempuan tidak perlu bantuan, tapi bila suatu saat perlu, ya sebagai pasangan kita pasti tolong,” tuturnya.
Ia pun tidak terlalu setuju dengan anggapan bahwa laki-laki akan tersaingi bila perempuan yang menjadi pasangannya memiliki kemandirian. Justru, kata dia, kemandiri perempuan merupakan hal yang positif. Intinya dalam hubungan adalah saling menghargai dan menghormati, serta tidak meninggikan ego.
Saat ini, masih ada anggapan dari masyarakat yang menyebutkan, "Jadi perempuan tidak boleh terlalu mandiri nanti laki-laki enggan mendekati."
Menurut Devy Hestiwana, M. Psi, Psikolog menilai, masyarakat memainkan peran besar dalam memperkuat stereotip gender tertentu antara laki-laki dan perempuan. Dahulu, laki-laki digambarkan sebagai pencari nafkah, sementara wanita dianggap sebagai ibu rumah tangga.
“Maka ketika seorang perempuan atau wanita tampak mengambil alih peran sebagai pemberi nafkah, hal itu kemungkinan menjadi masalah, atau sebagian laki-laki merasa itu sebagai ancaman,” tuturnya.
Akibat stereotip ini, lanjutnya, beberapa laki-laki menyukai gagasan menjadi pencari nafkah dan menjadi ‘pelindung’ pasangan mereka. Namun, karena perubahan zaman yang begitu cepat saat ini, mereka masih kesulitan melihat bahwa peran wanita lebih dari sekadar ‘Sumur, Dapur, Kasur’.
Menurut psikolog di Kota Pontianak ini, hal tersebut jelas berhubungan dengan ego pria. Ada laki-laki yang tidak ingin seorang perempuan mengambil tempat mereka dalam keluarga atau komunitas pada umumnya. Misalnya, karena takut kalah power dalam hal rumah tangga. Umumnya, wanita mandiri cenderung punya pemikiran sendiri, idealisme sendiri, bahkan tak jarang wanita mandiri suka mendebat laki-laki sehingga ada perasaan tidak dihormati.
“Kalau laki-lakinya tidak siap, tentu akan kalah dalam hal di atas, sehingga yang bisa dia andalkan adalah gender mereka,” ujarnya.
Namun, hal ini tidak berlaku pada semua pria. Sebab, tidak semua pria minder dengan perempuan independen. Justru sifat independen ini bisa menjadi daya tarik bagi kaum pria untuk menaklukan si wanita.
Ada anggapan wanita yang terlalu mandiri akan dipandang mengerikan di mata laki-laki. Anggapan ini, ditegaskan oleh Devi, sangat berhubungan dengan ego sebagai laki-laki. Ego di sini berhubungan dengan ketakutan laki-laki di mana jika wanita yang terlalu mandiri disakiti oleh laki-lakinya, dia tidak akan segan untuk segera meninggalkannya.
Selain itu, menurutnya jika wanita yang terlalu mandiri diselingkuhi oleh laki-lakinya, kemungkinan, dia tidak akan bertahan dan tidak memberi kesempatan atau berusaha mengubah sifat laki-lakinya yang tukang selingkuh.
“Jika wanita yang terlalu mandiri dikasari oleh laki-lakinya, dia tidak akan segan untuk angkat kaki dari rumah dan mencari tempat aman untuknya berlindung,” imbuhnya.
Dia menilai laki-laki yang mempunyai ego tinggi menginginkan wanita penurut, karena wanita penurut tidak akan melakukan semua point yang saya sebutkan diatas. Selain itu, wanita penurut akan tetap bertahan meskipun sudah disakiti, dikasari, diselingkuhi, dan hal menyakitkan lainnya.
“Bagi para wanita mandiri, senang memiliki seorang pria tidak berpengaruh besar pada gaya hidupnya. Ini karena umumnya wanita independen selalu berhasil mendapatkan apapun yang ia mau,” tuturnya.
Apa yang mungkin membuat laki-laki takut menjalin hubungan dengan perempuan yang terlalu mandiri? Alasan yang masuk akal untuk menjawab pertanyaan ini karena ia takut ditolak, ada perasaan takut atau khawatir tentang pemikiran perempuan yang ia sukai tentang dirinya.
“Misal khawatir dengan reaksi perempuan tersebut misal saat ia membahas suatu hal yang dianggap perempuan mandiri bahasan tersebut tidak berbobot,” katanya.
Dia menilai, perempuan yang mandiri akan mencari pasangan yang dianggap setara atau bahkan lebih dari dirinya. Mereka tidak ingin berkomitmen dengan sembarang orang. Perempuan mandiri ketika menjalin suatu hubungan biasanya tidak sekedar main-main.
Alasan lain laki-laki takut menjalin hubungan romantis dengan perempuan mandiri adalah karena perasaan takut dikritik dan khawatir. Namun, balik lagi semua ini tergantung dari tekad dan tujuan dari laki-laki tersebut saat mendekati perempuan yang dianggap mandiri tersebut.
“Perempuan yang mandiri biasanya menyukai pria yang memiliki kepercayaan diri, punya ambisi dan tujuan hidup, menghormati batasan, tegas namun tidak otoriter kepadanya,” ucapnya.**
Editor : A'an