Fenomena teringat dengan mantan kendati telah move on bukanlah hal yang aneh. Tak sedikit orang yang merasa masih mengingat mantannya meski sudah menjalin hubungan dengan seseorang yang baru.
Oleh : Siti Sulbiyah
Move on adalah proses yang sering kali dianggap sebagai salah satu tahapan penting setelah berakhirnya hubungan. Namun, meskipun seseorang sudah melangkah ke hubungan baru, kadang-kadang bayang-bayang masa lalu, termasuk mantan, tetap menghantui. Apakah itu berarti seseorang belum benar-benar bisa move on?
Menurut Psikolog di UPT Klinik Utama Sungai Bangkong, Patricia Elfira Vinny, M.Psi, Psikolog, masih mengingat mantan meskipun sudah menjalani hubungan baru adalah hal yang wajar. Namun, ada beberapa tanda-tanda yang bisa menunjukkan bahwa seseorang masih mengingat mantannya. Salah satunya adalah membicarakan mantan secara berulang.
“Membicarakan mantan secara berulang Baik secara langsung maupun tidak langsung,” katanya tentang tanda seseorang masih mengingat mantan.
Tanda lainnya adalah sering membandingkan pasangan saat ini dengan mantan, serta masih menyimpan barang-barang atau kenang-kenangan dari mantan dengan makna emosional.
Mengikuti perkembangan mantan di media sosial seseorang yang masih tertarik untuk mengikuti kehidupan mantan di media sosial bisa jadi menunjukkan bahwa mereka belum sepenuhnya melepaskan diri dari masa lalu.
“Termasuk merasa emosional ketika melihat atau mendengar hal yang berhubungan dengan mantan,” katanya.
Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi seseorang untuk tetap mengingat mantan meskipun sudah memiliki kehidupan dengan pasangan baru. Hubungan yang penuh emosi dan kenangan indah sering kali meninggalkan jejak yang kuat di hati seseorang.
“Semakin dalam hubungan dengan mantan, semakin sulit melupakan kenangan tersebut,” tuturnya.
Ketidakselesaian emosional juga bisa menjadi faktor masih mengingat mantan. Jika hubungan berakhir tanpa penutupan yang jelas, ini dapat meninggalkan luka emosional atau rasa penasaran yang sulit dihilangkan.
Ada pula perasaan bersalah dan nostalgia dengan mantan dapat memengaruhi seseorang untuk terus mengingat hubungan itu. “Perasaan ini dapat membuat seseorang terus mengingat masa lalu,” ujarnya.
Di samping itu, pengalaman pertama juga kerap kali memberikan bekas yang sulit hilang. “Jika mantan adalah cinta pertama, mereka cenderung lebih sulit dilupakan.” tuturnya.
Apakah masih memikirkan mantan berarti belum sembuh? Menurutnya tidak selalu seperti itu, karena memikirkan mantan sesekali adalah hal wajar, terutama jika hubungan itu berpengaruh besar dalam hidup.
“Namun, jika pikiran tentang mantan mengganggu kehidupan sehari-hari atau hubungan baru, itu bisa menjadi tanda belum sepenuhnya sembuh,” tuturnya.
Menurut Patricia, move on tidak selalu berarti melupakan sepenuhnya masa lalu, melainkan berdamai dengan kenangan yang ada. Kenangan tentang mantan mungkin tetap ada, tetapi yang penting adalah bagaimana seseorang bisa menghadapinya dengan cara yang sehat.
Di sisi lain, kenangan tentang mantan bisa saja memengaruhi hubungan yang sedang dijalani, terutama jika seseorang mulai membandingkan pasangan baru dengan mantan. Membandingkan pasangan sekarang dengan mantan hanya akan menciptakan perasaan tidak puas dan bisa merusak hubungan.
Selain itu, ingatan tentang mantan dapat berpengaruh jika membuat seseorang tidak memberikan ruang emosional yang cukup kepada pasangan baru. “Hal ini dapat terjadi jika tidak memberi ruang emosional bagi pasangan saat ini, serta membuat pasangan merasa tidak dihargai atau kurang penting,” tuturnya.
Apakah penting mengungkapkan perasaan tentang mantan kepada pasangan? Menurutnya hal ini tergantung konteks dan tujuan. Jika perasaan tentang mantan mengganggu hubungan, diskusi terbuka dengan pasangan dapat membantu menemukan solusi. Jika itu hanya pikiran sesekali tanpa dampak signifikan, mungkin lebih baik memprosesnya sendiri.
“Transparansi itu penting, tetapi pastikan komunikasi dilakukan dengan hati-hati agar tidak melukai pasangan,” imbuhnya.
Fokus Pada Hubungan saat ini
Menurut Psikolog di UPT Klinik Utama Sungai Bangkong, Patricia Elfira Vinny, M.Psi, Psikolog, perasaan tentang mantan yang muncul setelah menjalin hubungan baru adalah hal yang wajar. Namun, agar perasaan tersebut tidak mengganggu hubungan yang sedang dijalani, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi perasaan tersebut dan menjaga keseimbangan dalam hubungan saat ini.
Salah satu cara paling efektif adalah dengan memusatkan perhatian pada pasangan dan hubungan yang sedang dijalani. “Fokus pada pasangan dan hubungan yang sedang dijalani,” tuturnya.
Ia juga menyarankan untuk mengenali dan memproses perasaan tentang mantan dengan cara yang sehat, misalnya melalui jurnal atau terapi. Tak ada salahnya untuk berlatih mindfulness guna membantu melepaskan pikiran yang mengganggu.
Penting pula untuk menghindari membandingkan pasangan saat ini dengan mantan. Jikapun belum memiliki pasangan, maka dapat melakukan hal-hal yang bermanfaat. “Kalau belum memiliki pasangan, mungkin lebih ke fokus pada kehidupan pribadi, lalu berlatih mindfulness dalam kehidupan, fokus ke hobby, dan lainnya,” tuturnya.
Patricia juga memberikan beberapa tips untuk mengatasi pikiran atau perasaan tentang mantan, antara lain :
- Terima emosi: Akui bahwa memikirkan mantan adalah hal manusiawi, tetapi jangan biarkan perasaan itu menguasai.
- Alihkan perhatian: Fokus pada hobi, pekerjaan, atau aktivitas yang meningkatkan produktivitas dan kebahagiaan.
- Batasi akses: Hindari melihat media sosial atau tempat yang dapat memicu ingatan.
- Cari dukungan: Diskusikan dengan teman atau profesional jika perlu. (**)