PONTIANAK POST - Aktivitas fisik sejak usia dini memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Dalam Webinar Series 1: Rekomendasi Aktivitas Fisik Sesuai Siklus Hidup (Ibu Hamil & Nifas, Bayi, Balita) yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Susiana Candrawati dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga menjelaskan berbagai aktivitas fisik yang dapat dilakukan oleh balita, disesuaikan dengan usia perkembangannya.
1. Usia 0–1 tahun
Untuk bayi usia 0 hingga 1 tahun, Susiana menyarankan aktivitas fisik minimal 30 menit melalui permainan interaktif di lantai dalam posisi tengkurap atau berbaring.
“Aktivitas fisik minimal 30 menit per hari dengan melakukan permainan di lantai secara interaktif sambil berbaring/tengkurap. Kita dekatkan dengan mainan dan anak tidak digendong,” jelasnya.
Bayi juga dianjurkan tidak berada dalam posisi yang sama lebih dari satu jam.
Aktivitas seperti menopang kepala, berguling, menendang, hingga duduk di lantai merupakan bentuk stimulasi awal yang penting.
Di samping itu, waktu tidur yang disarankan untuk bayi usia 0–3 bulan adalah 14–17 jam per hari, sedangkan usia 4 bulan hingga 1 tahun sekitar 12 jam, termasuk tidur siang.
Bayi juga sebaiknya dibawa keluar rumah 2–3 kali sehari untuk mendapatkan stimulasi dari lingkungan sekitar.
2. Usia 1–2 tahun
Memasuki usia 1–2 tahun, durasi aktivitas fisik meningkat menjadi tiga jam per hari dengan intensitas bervariasi dari ringan hingga berat.
Anak dianjurkan tidak diam dalam satu posisi terlalu lama, termasuk saat duduk di kursi bayi atau digendong.
“Balita sebaiknya tidak diam dalam satu posisi dalam waktu satu jam,” jelasnya.
Aktivitas fisik dapat difasilitasi melalui ruangan khusus dengan permainan fisik seperti bola, balok, terowongan, dan permainan kuda-kudaan.
Permainan yang melibatkan keseimbangan, seperti berjalan di atas garis, serta kegiatan yang melatih keterampilan motorik seperti melempar dan berlari, sangat dianjurkan.
Orang tua dapat menggabungkan musik dan gerakan sederhana untuk mendukung perkembangan motorik anak.
Anak pada usia ini juga membutuhkan tidur selama 11–14 jam per hari.
Selain itu, screen time masih tidak disarankan untuk anak usia satu tahun, sementara anak usia dua tahun dibatasi maksimal tidak lebih dari satu jam per hari.
3. Usia 3–4 tahun
Pada usia 3–4 tahun, anak dianjurkan melakukan aktivitas fisik setidaknya tiga jam setiap hari, dengan minimal 60 menit di antaranya berupa aktivitas sedang hingga berat.
Beberapa contoh aktivitas yang direkomendasikan meliputi bersepeda, berenang, bermain lompat tali, lempar bola, tarik tambang, hingga senam.
Permainan yang melibatkan gerakan menangkap, melempar, atau menendang juga sangat bermanfaat dalam pengembangan keterampilan motorik dan koordinasi anak.
Kegiatan ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan emosional dengan lingkungan sekitar. (sti)
Editor : Miftahul Khair