Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prancis Membara, Protes Menjalar ke Penjuru Eropa

A
Para pelajar berpawai melintasi pusat kota dalam sebuah demonstrasi publik di Nancy, Prancis, pada Sabtu (17/10/2026). Para pelajar turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan mereka terkait kebijakan pendidikan dan kepemudaan sebagai bagian dari rangkaian aksi yang terus berlangsung. (ANTARA/Anadolu-Muhammed Said Tako/pri)
Demonstran berhadapan dengan polisi saat aksi protes terhadap tingginya biaya hidup di Paris, Prancis, Sabtu (17/10/2026). Demonstrasi yang melibatkan pelajar, serikat buruh, dan pendukung gerakan rompi kuning diwarnai bentrokan, penjarahan, serta pembakaran bangunan. (ANTARA/Anadolu-Muhammed Said Tako/pri)

Advertisement

 

PONTIANAK POST – Prancis dilanda salah satu gelombang demonstrasi paling besar dan rusuh dalam beberapa dekade terakhir pada Sabtu (17/10). Dipicu kemarahan terhadap mahalnya biaya hidup, buruknya kondisi pendidikan, dan merosotnya layanan publik, aksi yang melibatkan ratusan ribu orang itu berujung pada bentrokan, penjarahan, serta pembakaran bangunan. Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez menyebut sekitar 1.800 orang telah ditangkap hingga Minggu (18/10).

Gelombang protes serupa berlangsung di Portugal, Italia, dan Belgia. Meski tidak terkoordinasi sebagai satu gerakan, demonstrasi di berbagai negara tersebut memperlihatkan keluhan yang beririsan: tekanan ekonomi, sulitnya mengakses layanan dasar, serta kekhawatiran terhadap masa depan generasi muda.

Advertisement

Profesor Alberto Alemanno dari HEC Paris menilai Prancis menjadi episentrum gelombang protes tersebut. Menurut pakar kebijakan Uni Eropa itu, persoalan biaya hidup, pendanaan pendidikan, dan prospek kerja setelah lulus telah mempertemukan kelompok masyarakat yang berbeda dalam aksi jalanan.

“Prancis adalah episentrum gerakan ini … dan ada tanda-tanda sekarang bahwa gerakan ini menyebar ke luar Prancis,” kata Alemanno kepada Al Jazeera, seperti dikutip Minggu (18/10).

Alemanno memperingatkan, gelombang demonstrasi belum tentu berakhir. Ia juga melihat tanda-tanda awal mobilisasi serupa di Yunani, Jerman, dan Austria, meski perkembangan di negara-negara tersebut masih perlu dipantau.

Advertisement

Akar Protes Berawal dari Sekolah

Unjuk rasa di Prancis bukan semata-mata dipicu kenaikan harga barang. Aksi tersebut bermula dari protes pelajar sekolah menengah di kawasan pinggiran utara Paris sejak September, yang menyoroti kekurangan guru dan buruknya fasilitas sekolah.

Keluhan pelajar kemudian berkembang menjadi kemarahan yang lebih luas terhadap ketimpangan, belanja publik, dan penurunan kualitas hidup. Guru, serikat buruh, pekerja, aktivis, petani, serta pendukung gerakan Gilets Jaunes atau rompi kuning ikut bergabung.

Gerakan rompi kuning pernah mengguncang Prancis pada 2018 melalui protes terhadap biaya hidup dan kebijakan ekonomi. Keterlibatan kembali kelompok tersebut memperlihatkan bagaimana persoalan daya beli masih menjadi sumber ketegangan sosial di negara itu.

Besarnya mobilisasi kali ini terlihat dari perbedaan perkiraan jumlah peserta. Menteri Dalam Negeri Nuñez memperkirakan sekitar 550.000 orang mengikuti demonstrasi di seluruh Prancis, sedangkan serikat buruh CGT memperkirakan jumlahnya mencapai 800.000 orang.

Advertisement

Artikel Terkait

Melihat Dua Aksi Mahasiswa di Kalbar, Berbeda Lokasi dan Kondisi

Melihat Dua Aksi Mahasiswa di Kalbar, Berbeda Lokasi dan Kondisi

Aksi demonstrasi mahasiswa di Kalbar menghasilkan situasi kontras; unjuk rasa di Kantor Gubernur berakhir ricuh disertai dugaan kekerasan ol

Kelompok Misterius Hajar Mahasiswa saat Demo di Pontianak, Korban Sesak Napas

Kelompok Misterius Hajar Mahasiswa saat Demo di Pontianak, Korban Sesak Napas

Demonstrasi mahasiswa di Kantor Gubernur Kalbar berakhir ricuh dan diwarnai dugaan pemukulan oleh orang tak dikenal berpakaian preman, memic

Demonstrasi di Kantor Gubernur Kalbar Ricuh, Satpol PP Terpicu Pembakaran Ban oleh Mahasiswa

Demonstrasi di Kantor Gubernur Kalbar Ricuh, Satpol PP Terpicu Pembakaran Ban oleh Mahasiswa

Demonstrasi gabungan mahasiswa di Kantor Gubernur Kalimantan Barat berakhir ricuh akibat aksi saling dorong dengan petugas dan pembakaran ba

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer