PONTIANAK POST - Banjir yang melanda Sarawak, Malaysia semakin parah hingga menyebabkan 6597 korban mengungsi di sebanyak 48 pusat evakuasi sementara.
Banjir yang terjadi akibat Monsun Utara telah berdampak pada beberapa wilayah, termasuk Kuching, Samarahan, Serian, Sibu, Bintulu, dan Miri.
Komite Manajemen Bencana Negara (SDMC) mengadakan pertemuan khusus hari ini dengan berbagai lembaga utama, termasuk Kepolisian Kerajaan Malaysia, Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Pasukan Pertahanan Sipil, Angkatan Bersenjata Malaysia, Departemen Kesejahteraan Sosial Sarawak, serta Departemen Drainase dan Irigasi, untuk menilai upaya tanggap darurat banjir yang sedang berlangsung di seluruh Sarawak.
"Saat ini, sebanyak 48 Pusat Evakuasi Sementara (TEC) telah didirikan, menampung 6.597 korban banjir, termasuk 1.808 kepala keluarga. Para pengungsi menerima bantuan penting, seperti makanan dan kebutuhan lainnya," tulis Chairman SDMC Datuk Amar Douglas Uggah Embas dalam keterangan resminya, Kamis (30/1).
Komite Manajemen Bencana Divisi, bekerja sama dengan berbagai lembaga, telah mengerahkan 4.742 personel dan 531 aset untuk mendukung operasi penyelamatan dan upaya bantuan di lapangan. Semua pihak berkomitmen untuk memberikan bantuan yang diperlukan kepada masyarakat terdampak.
SDMC secara aktif mengawasi distribusi bantuan serta memastikan bahwa tindakan tanggap berjalan dengan cepat dan efektif. Personel tambahan dari divisi lain akan dikirim ke daerah berisiko tinggi guna memperkuat upaya yang sedang berlangsung.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan segera mengungsi jika berada di wilayah terdampak sebelum situasi memburuk. Untuk bantuan lebih lanjut, silakan menghubungi hotline yang telah disediakan," katanya.
SDMC tetap dalam kondisi siaga tinggi, menjalin komunikasi intensif dengan Komite Manajemen Bencana Divisi untuk memastikan kesiapan dan pembaruan informasi secara tepat waktu.
"Bersama-sama, kita akan terus mendukung masyarakat terdampak dalam menghadapi masa sulit ini," katanya. (mif)
Editor : Miftahul Khair