Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Perundingan Nuklir AS-Iran Diklaim Hasilkan Kemajuan, Diklaim Paling Serius dan Terpanjang

Miftahul Khair • Sabtu, 28 Februari 2026 | 11:42 WIB

Bendera Iran berkibar di depan markas besar organisasi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria, 5 Juni 2023.
Bendera Iran berkibar di depan markas besar organisasi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria, 5 Juni 2023.

PONTIANAK POST – Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan membuat kemajuan dalam perundingan kali ketiga mereka terkait program nuklir. Washington dan Teheran disebut memberikan lampu hijau dalam menerima proposal masing-masing dalam perundingan yang digelar di Jenewa, Swiss, dan dimediasi oleh Oman tersebut.

Seperti dilansir dari Associated Press, pertemuan yang melibatkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dengan utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, berlangsung dalam dua sesi. Pertama dimulai sekitar pukul 13.30 pada Kamis waktu setempat dan sesi kedua dimulai sekitar pukul 17.45 dan berakhir pada pukul 19.30.

“Kami mencapai kesepakatan pada sejumlah isu, namun masih ada perbedaan dalam beberapa hal lainnya,” kata Aragchi kepada televisi pemerintah Iran.

Aragchi juga mengatakan, kehadiran Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, sebagai pengamat teknis dalam perundingan cukup membantu.

Belum ada pernyataan resmi dari tim negosiasi AS. Namun, laporan Axios mengutip seorang pejabat senior AS menyatakan bahwa perundingan di Jenewa berlangsung ”positif”.

”Para negosiator menunjukkan keterbukaan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap ide dan solusi baru yang kreatif. Pertemuan tersebut juga membahas ’jaminan yang diperlukan’ untuk mencapai kesepakatan,” sahut Menteri Luar Negeri Oman, Badr Al Busaidi, seperti dilaporkan kantor berita Iran, Mehr.

Bersikukuh Minta Pencabutan Sanksi

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa Teheran bersikukuh tetap ingin melindungi hak nuklir mereka dan memastikan adanya pencabutan sanksi yang efektif. ”Posisi Iran tentang pencabutan sanksi dan perlindungan hak nuklirnya sangat jelas dan konsisten,” tegasnya.

Meski perundingan diklaim menghasilkan kemajuan, belum ada langkah konkret yang meredakan ancaman serangan militer AS di tengah peningkatan kekuatan militer mereka di Teluk Persia. Pesawat pengisian bahan bakar udara AS, misalnya, juga sudah tiba di Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv di Israel sejak Senin (23/2) malam waktu setempat.

Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan upaya tindakan militer terhadap Iran jika kesepakatan tidak tercapai dalam waktu 10 hingga 15 hari. Di sisi lain, serangkaian latihan militer oleh Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) semakin intensif dalam beberapa hari terakhir. (raf/dns)

Editor : Miftahul Khair
#perundingan nuklir #iran #amerika serikat #jenewa