LANJAK – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kapuas Hulu memberikan bantuan benang tenun Sidan kepada lima penenun atau pengrajin di Desa Labian, Kecamatan Batang Lupar, Rabu (15/11).
"Penerima bantuan benang tersebut untuk terus meningkatkan kualitas tenun agar dapat bersaing dengan hasil tenun lainnya yang ada di Indonesia," Via Octaria, ketua GOW Kapuas Hulu.
Via mengatakan, pemberian bantuan benang tenun Sidan ini merupakan kegiatan dari program kerja GOW di bidang ekonomi dan usaha.
Pemberian bantuan benang tenun Sidan ini merupakan bentuk kepedulian GOW Kapuas Hulu untuk kelestarian budaya di Kapuas Hulu, khususnya untuk perkembangan tenun Sidan di Bumi Uncak Kapuas.
Istri Wakil Bupati Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat ini menyampaikan, dengan pemberian bantuan benang tenun Sidan ini dapat menambah semangat dan motivasi bagi para penenun, untuk lebih berinovasi dalam membuat karyanya.
"Terpenting dapat menambah kreativitas dan inovasi dalam membuat kain tenun Sidan ke depannya," ucapnya.
Via mengatakan, tenun Sidan merupakan salah satu budaya yang ada di Kapuas Hulu sebagai upaya pendapatan kebutuhan pribadi sekaligus dijadikan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Karena itu dirinya berpikir bahwa hal tersebut perlu didorong, agar bisa berkembang baik untuk peningkatan ekonomi masyaraka.
Meskipun demikian, dia menyadari soal kesulitan modal bagi masyarakat yang tentunya semua tidak bisa beli benang.
"Sebagai Ketua GOW saya juga wajib untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
Saya sangat mendukung kegiatan ini dan juga harus ada inovasi serta kreativitas dalam mengolah hasil tenun ini sehingga nantinya dapat kita bersaing dengan daerah-daerah lain yang ada di Indonesia," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, kain tenun Sidan yang dipamerkan pada pameran kriya terbesar di Asia Tenggara, INACRAFT, di Jakarta Convention Center, tahun lalu, berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Best Prize in Category Textiles dan Best of The Best INACRAFT AWARDS 2022.
INACRAFT AWARD merupakan penghargaan yang diberikan terhadap karya pengrajin di seluruh Indonesia.
Penghargaan ini diharapkan bisa mendorong munculnya produk-produk kerajinan unggulan, baik dari segi desain, inovasi, ciri khas, memiliki kearifan lokal daerah, dan berorientasi pasar.
Berbagai kriteria penilaian ditetapkan oleh Asosiasi Eksportir dan Pengusaha Handicraft Indonesia (ASEPHI) kepada para peserta lomba, diantaranya keunggulan, keaslian, inovasi, daya jual, dan ramah lingkungan (eco friendly). (fik)
Editor : A'an