Hati-Hati Doomscrolling Sebelum Tidur, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental

PONTIANAK POST - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat tentang bahaya kebiasaan doomscrolling sebelum tidur. Aktivitas yang awalnya hanya lima menit buka media sosial kerap berujung berjam-jam tanpa disadari dan berdampak pada kesehatan mental.
Melalui unggahan di Instagram, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan fenomena doomscrolling sebagai kebiasaan melihat konten tanpa tujuan yang jelas dalam waktu lama.
“Siapa nih yang niatnya cuma mau buka media sosial lima menit sebelum tidur, tapi malah keterusan sampai tiga jam?”
Konten pendek di platform seperti TikTok dan Instagram disebut dapat memicu emosi yang tidak stabil karena informasi yang beragam dan cepat berganti.
Dampak ke Kesehatan Mental
Alih-alih membuat tubuh rileks sebelum tidur, kebiasaan ini justru membuat otak terus aktif.
“Alih-alih beristirahat, otak kita malah mendapat lonjakan dopamin negatif yang bisa memicu masalah kesehatan jiwa,” terang Menkes.
Paparan konten tanpa henti dapat menyebabkan kelelahan mental, gangguan tidur, hingga meningkatkan risiko stres dan kecemasan.
Cara Mengatasi Doomscrolling
Untuk menghindari dampak buruk tersebut, Budi Gunadi Sadikin membagikan beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan:
1. Aktifkan fitur pembatas waktu aplikasi
Gunakan fitur App Time Limit dan batasi penggunaan media sosial maksimal 30 menit per hari.



