Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Benarkah Kol Goreng Berbahaya? Ini Dampaknya bagi Kesehatan Menurut Dr Tirta

Miftahul Khair • Rabu, 21 Mei 2025 | 14:53 WIB
Ilustrasi sayur kol.
Ilustrasi sayur kol.

PONTIANAK POST - Kol memang jadi salah satu sayuran yang sering hadir di meja makan orang Indonesia. Rasanya enak, teksturnya renyah, dan gampang diolah.

Salah satu cara penyajian yang banyak digemari adalah dengan cara digoreng, apalagi sebagai pelengkap makanan berlemak seperti ayam goreng.

Tapi, pernahkah kamu berpikir apakah kol yang digoreng itu masih sehat atau justru berbahaya?

Melalui kanal YouTube Tirta PengPengPeng, dr. Tirta menjelaskan dengan cukup gamblang bahwa cara memasak kol punya pengaruh besar terhadap nilai gizinya.

Apalagi jika digoreng dalam minyak panas, bisa-bisa manfaat sehatnya justru hilang dan malah mendatangkan risiko bagi tubuh.

Supaya lebih jelas, yuk simak penjelasan lengkapnya soal dampak dari kol goreng berikut ini.

  1. Serat Kol Rusak Saat Digoreng

Kol dikenal sebagai sayuran tinggi serat yang baik untuk sistem pencernaan.

Tapi, saat kamu menggorengnya, serat yang seharusnya membantu tubuh malah hancur karena suhu panas dari minyak.

Akibatnya, kol tersebut hanya menyisakan kalori dari minyak dan kehilangan manfaat utamanya.

Menurut dr Tirta, kol goreng tak lagi memberikan dukungan bagi saluran pencernaan.

Sebaliknya, kol jenis ini berubah jadi camilan tinggi lemak yang justru meningkatkan risiko obesitas serta memperlambat proses metabolisme.

  1. Minyak Goreng yang Digunakan Jadi Masalah Baru

Bukan cuma kolnya, tapi juga minyak yang dipakai buat menggoreng ikut menambah masalah.

Apalagi kalau minyaknya sudah dipakai berulang kali alias minyak jelantah.

Minyak seperti ini biasanya mengandung zat berbahaya seperti lemak trans dan senyawa radikal bebas.

Dr Tirta menegaskan bahwa kol goreng cenderung lebih banyak menyerap minyak daripada memberi nutrisi.

Jadi, setiap kali kamu menyantap kol yang digoreng, kamu sebenarnya juga sedang menyerap lemak jahat yang bisa memicu berbagai masalah kesehatan seperti kolesterol tinggi dan tekanan darah naik.

  1. Risiko Penyakit Jantung yang Mengintai

Konsumsi makanan tinggi lemak dari proses penggorengan, termasuk kol goreng, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Salah satu penyebabnya adalah penumpukan plak lemak dalam pembuluh darah, atau yang dikenal dengan istilah arteriosklerosis.

Dalam penjelasannya dr Tirta menyebutkan bahwa kebiasaan makan makanan berminyak, termasuk kol goreng, bisa mempercepat proses penyempitan pembuluh darah.

Lama-lama, ini bisa memicu serangan jantung atau stroke, terutama bagi mereka yang sudah punya riwayat darah tinggi.

  1. Cara Memasak Kol yang Lebih Sehat

Kalau kamu masih ingin menikmati kol tapi tanpa risiko kesehatan, sebaiknya pilih cara memasak yang lebih aman seperti direbus atau ditumis dengan sedikit minyak.

Metode ini tetap mempertahankan sebagian besar serat dan nutrisinya tanpa menambahkan lemak berbahaya.

Dr. Tirta mengingatkan bahwa makan sehat itu bukan sekadar soal rasa, tapi juga soal proses memasaknya.

Jadi, daripada goreng-gorengan, lebih baik beralih ke metode masak yang menjaga gizi tetap utuh.

 

  1. Kol Bisa Jadi Sahabat, Bukan Ancaman

Sebenarnya kol adalah sayuran yang sangat bermanfaat kalau diolah dengan benar.

Ia bisa bantu pencernaan, kaya antioksidan, dan mendukung diet sehat.

Sayangnya, semua manfaat itu hilang kalau kamu mengolahnya dengan cara digoreng terlalu lama atau dalam minyak yang tidak sehat.

Agar tubuh tetap bugar, kamu cukup melakukan satu langkah sederhana: kurangi konsumsi makanan berminyak, termasuk kol goreng, dan pilih alternatif pengolahan yang lebih sehat.

Percaya deh, perubahan kecil ini bisa berdampak besar dalam jangka panjang.

Mengonsumsi kol memang baik, tapi cara memasaknya menentukan apakah itu akan jadi makanan sehat atau malah sumber masalah.

Seperti yang dijelaskan oleh dr Tirta, kol yang digoreng bukan hanya kehilangan serat, tapi juga menyerap lemak jahat dari minyak panas.

Maka dari itu, penting untuk bijak dalam memilih cara memasak, apalagi jika kamu sedang menjaga pola hidup sehat.

Makanan enak tak harus digoreng. Dengan sedikit perubahan kebiasaan, kamu bisa tetap menikmati kol yang lezat dan kaya manfaat tanpa risiko besar bagi kesehatan. (mif)

Editor : Miftahul Khair
#berbahaya #dr Tirta #kesehatan #dampak #kol goreng