Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Jangan Remehkan Kesehatan Mental, Ini 7 Cara Praktis Menjaga Tetap Waras Menurut Ahli

Syeti Agria Ningrum • Selasa, 9 September 2025 | 12:44 WIB
Ilustrasi konseling kesehatan mental antara pasien dan tenaga profesional.
Ilustrasi konseling kesehatan mental antara pasien dan tenaga profesional.

PONTIANAK POST - Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Pikiran yang tenang dan emosi yang stabil membuat kita lebih mudah fokus, bisa mengambil keputusan dengan bijak, serta mampu menjaga hubungan baik dengan orang lain.

Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan mental bukan sekadar tidak mengalami gangguan jiwa, tapi juga kondisi ketika seseorang bisa menjalani hidup dengan produktif, mampu menghadapi tekanan, dan tetap merasa berarti bagi lingkungannya.

Sayangnya, banyak orang baru sadar pentingnya kesehatan mental setelah merasa kewalahan atau mengalami masalah serius.

Padahal, merawat mental bisa dilakukan sejak awal, sama seperti menjaga tubuh agar tidak gampang sakit.

Dirujuk dari HelpGuide, dan WHO, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan sehari-hari untuk menjaga keseimbangan mental agar tidak mudah drop.

Kenapa Kesehatan Mental Perlu Dijaga?

Kondisi mental yang baik berpengaruh besar terhadap kualitas hidup. Orang yang sehat secara mental biasanya lebih bahagia, punya energi positif, dan mampu menghadapi masalah tanpa mudah stres.

Sebaliknya, pikiran yang tertekan terus-menerus bisa memicu rasa cemas, sulit tidur, hingga menurunkan daya tahan tubuh.

Merawat kesehatan mental sebaiknya dimulai sejak awal, bukan menunggu sampai muncul masalah. Kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari justru bisa jadi cara ampuh untuk mencegah tekanan yang lebih berat.

Cara Menjaga Kesehatan Mental Sehari-hari

1. Jalani Pola Hidup Sehat

Tubuh yang sehat akan mendukung pikiran yang sehat. HelpGuide menyarankan tidur cukup setiap malam, makan makanan bergizi, serta rutin berolahraga

Tidak perlu olahraga berat, cukup jalan kaki 20–30 menit sehari sudah bisa membantu melepas hormon endorfin yang membuat suasana hati lebih baik.

2. Kelola Stres dengan Bijak

Stres memang tidak bisa dihindari, tapi cara kita mengelolanya sangat menentukan.

World Health Organization menjelaskan bahwa stres yang dibiarkan bisa mempengaruhi kesehatan tubuh dan pikiran.

Cobalah teknik sederhana seperti menarik napas dalam, meditasi, atau sekadar meluangkan waktu untuk hobi.

Aktivitas kecil seperti membaca, menanam tanaman, atau mendengarkan musik bisa jadi cara efektif untuk melepas penat.

3. Jaga Hubungan Sosial

Manusia butuh koneksi dengan orang lain. Dukungan sosial bisa menjadi pelindung saat kita merasa tertekan.

Cobalah tetap menjalin komunikasi dengan keluarga, sahabat, atau komunitas.

Tidak harus selalu bertemu langsung, obrolan singkat lewat telepon atau pesan juga bisa membantu mengurangi rasa sendiri.

4. Tahu Batas Diri

Terkadang kita merasa harus selalu memenuhi permintaan orang lain, padahal tidak semuanya bisa ditanggung.

World Health Organization menekankan pentingnya menetapkan batas sehat. Berani berkata “tidak” ketika memang sudah terlalu lelah adalah bentuk menjaga diri, bukan sikap egois.

5. Biasakan Berpikir Positif

Cara kita melihat masalah berpengaruh besar pada kondisi mental.

Menulis hal-hal yang disyukuri setiap hari bisa membantu mengalihkan perhatian dari yang negatif ke hal-hal yang lebih membangun.

6. Hindari Menutup Diri Terlalu Lama

Sesekali butuh waktu sendiri itu wajar, tapi jika terlalu lama bisa membuat pikiran semakin tertekan.

HelpGuide menekankan bahwa isolasi sosial justru meningkatkan risiko depresi.

Karena itu, usahakan tetap berinteraksi, entah dengan keluarga di rumah atau lewat kegiatan bersama teman.

 

7. Jangan Ragu Cari Bantuan Profesional

Kalau rasa cemas, sedih, atau stres sudah mengganggu tidur, pekerjaan, atau hubungan dengan orang lain, itu tandanya butuh bantuan lebih lanjut.

Konseling dengan psikolog atau berkonsultasi dengan dokter bisa membantu menemukan jalan keluar.

WHO mengingatkan bahwa mencari pertolongan bukan tanda kelemahan, tapi langkah penting untuk pulih.

Peran Lingkungan dan Dukungan

Selain usaha pribadi, lingkungan juga punya peran besar. Tempat kerja, sekolah, hingga komunitas bisa menciptakan suasana yang mendukung kesehatan mental.

World Health Organization mendorong adanya kebijakan yang ramah kesehatan mental, seperti layanan konseling yang mudah dijangkau, program pengurangan stigma, hingga edukasi agar masyarakat lebih peduli. (*)

Editor : Miftahul Khair
#tips #who #psikolog #stres #emosi #kesehatan mental #WARAS #praktis