Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kapal BBM Sudah Merapat, Warga Ketapang Menanti SPBU Kembali Normal

A
TINJAU PASOKAN BBM: Bupati Ketapang Alexander Wilyo meninjau kedatangan dua kapal pengangkut BBM di Jobber Ketapang, Jumat (16/10) pagi, dan meminta distribusi segera dipercepat ke SPBU serta Pertashop agar pasokan BBM bagi masyarakat kembali normal.
TINJAU PASOKAN BBM: Bupati Ketapang Alexander Wilyo meninjau kedatangan dua kapal pengangkut BBM di Jobber Ketapang, Jumat (16/10) pagi, dan meminta distribusi segera dipercepat ke SPBU serta Pertashop agar pasokan BBM bagi masyarakat kembali normal.

Advertisement

 

PONTIANAK POST - Kedatangan dua kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) di Jobber Ketapang, Jumat (16/10) pagi, menjadi harapan bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan bahan bakar dalam beberapa waktu terakhir. Kini, percepatan distribusi ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menjadi hal yang dinantikan.

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meninjau kedatangan dua kapal tersebut untuk memastikan pasokan BBM segera masuk ke jalur distribusi. Dia meminta BBM yang tiba tidak berhenti pada ketersediaan di terminal, tetapi secepatnya disalurkan ke SPBU dan Pertashop.

Advertisement

"Kapal pengangkut BBM telah tiba dan saya harap langsung distribusikan BBM ke SPBU serta Pertashop," kata Alex.

Kedatangan kapal tersebut menjadi langkah awal pemulihan pasokan. Namun, bagi masyarakat, kepastian BBM tersedia di SPBU tetap menjadi hal utama setelah mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar.

Kelancaran distribusi dari terminal ke SPBU juga menjadi faktor penting agar pasokan dapat segera menjangkau konsumen. Karena itu, percepatan penyaluran diharapkan mampu mengurangi kesulitan masyarakat dan mengembalikan aktivitas ekonomi yang bergantung pada ketersediaan BBM.

Advertisement

Alex mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli BBM secara berlebihan. Menurutnya, pembelian yang tidak terkendali berpotensi memperburuk kondisi pasokan di lapangan.

Dia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, termasuk melalui penimbunan BBM atau mempolitisasi persoalan tersebut.

Alex meminta seluruh pihak menyikapi kondisi ini secara bijaksana dengan mengutamakan kepentingan masyarakat dan menjaga situasi tetap kondusif sembari menunggu distribusi kembali normal.

Dia turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kesulitan yang terjadi. Alex mengakui bahwa distribusi BBM bukan merupakan kewenangan langsung pemerintah daerah, tetapi menegaskan bahwa pemerintah kabupaten terus berupaya membantu mengatasi persoalan tersebut.

Advertisement
Editor : Aristono Edi Kiswantoro

Artikel Terkait

Cegah Kriminalitas dan Penimbunan BBM Bersubsidi, Polres Singkawang Intensifkan Patroli di SPBU

Cegah Kriminalitas dan Penimbunan BBM Bersubsidi, Polres Singkawang Intensifkan Patroli di SPBU

Polres Singkawang tingkatkan patroli rutin di area SPBU guna cegah kriminalitas dan penyalahgunaan BBM bersubsidi

Warga Kalbar Tersiksa Asap dan Antrean BBM

Warga Kalbar Tersiksa Asap dan Antrean BBM

Di tengah antrean yang mengular dan terganggunya aktivitas warga, kepastian pasokan menjadi kebutuhan mendesak. Masyarakat membutuhkan akses

Antrean BBM Mengular di Sintang, Kapolres Minta Kapasitas SPBU Diperhatikan

Antrean BBM Mengular di Sintang, Kapolres Minta Kapasitas SPBU Diperhatikan

Kapolres Sintang meminta Pertamina dan pengelola SPBU mengevaluasi kapasitas layanan untuk mengurai antrean BBM.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer