Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Waspada Penyebaran HMPV, Perketat Pengawasan Bandara Supadio

A'an • Kamis, 16 Januari 2025 | 11:50 WIB
CEGAH HMPV: Suasana aktivitas Bandara Supadio, pada Rabu (15/1) masih tampak sama seperti hari-hari biasanya.
CEGAH HMPV: Suasana aktivitas Bandara Supadio, pada Rabu (15/1) masih tampak sama seperti hari-hari biasanya.

 

PONTIANAK POST – Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas 1 Pontianak terus meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah penyebaran wabah Human Metapneumovirus (HMPV) yang kini tengah mewabah di sejumlah negara. Salah satu langkah antisipasi dilakukan dengan memperketat pengawasan di Bandara Supadio Kubu Raya, sebagai pintu gerbang utama Kalimantan Barat.

Kepala BKK Pontianak, M Zainul Mukhorobin, mengutarakan pihaknya telah menerima instruksi dari Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya virus HMPV ke Indonesia, khususnya di Kalbar. "Kami terus memperbarui informasi terkait perkembangan wabah ini, terutama dari Tiongkok. Informasi tersebut kami pantau melalui kanal resmi, seperti WHO dan laporan dari pemerintah," jelas Zainul kepada wartawan, Rabu (15/1) saat melakukan peninjauan di Bandara Supadio.

Zainul menambahkan, HMPV berbeda dengan virus Covid-19. Virus ini terkait dengan musim peralihan dari musim dingin ke musim semi yang biasa terjadi di negara-negara bagian utara. "Negara-negara di belahan utara saat ini sedang mengalami lonjakan kasus HMPV. Meski Bandara Supadio bukan bandara internasional, namun potensi penyebaran tetap ada melalui lalu lintas perjalanan domestik, seperti dari Batam atau Jakarta menuju Pontianak,"  ungkapnya.

Di sisi lain, menghadapi perayaan Imlek yang akan datang, BKK Pontianak memperketat pengawasan di Bandara Supadio untuk meminimalisir risiko penyebaran HMPV. Petugas disiagakan untuk melakukan pemeriksaan terhadap penumpang maupun alat angkut yang tiba di Pontianak. "Kami mengimbau masyarakat yang akan bepergian dengan pesawat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama saat ada perayaan besar yang berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat," kata Zainul.

Kendati demikian, Zainul menegaskan hingga saat ini belum ada laporan kasus positif HMPV di Kalimantan Barat. Namun, pihaknya terus melakukan surveilans melalui rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya. "Kami tetap mengirimkan laporan rutin berdasarkan hasil surveilans untuk memantau perkembangan situasi kesehatan di wilayah Kalimantan Barat," tegasnya.

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Supadio, Muhamad Iwan Sutisna, menambahkan pihaknya siap mendukung upaya BKK Pontianak dalam mencegah penyebaran HMPV. "Kami selalu mendukung penuh setiap kegiatan dari BKK Pontianak. Virus ini memang lebih berisiko bagi bandara internasional, namun kita tidak bisa mengabaikan potensi penyebarannya melalui perjalanan domestik," ucap Iwan.

Ia menambahkan Bandara Supadio merupakan salah satu jalur penting bagi penumpang dari berbagai kota besar, seperti Batam dan Jakarta, yang berpotensi menjadi pintu masuk penyebaran virus. "Dan tentunya, sinergi antara pihak bandara dan BKK sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat yang menggunakan layanan transportasi udara," pungkas Iwan. (ash)

Editor : A'an
#HMPV #bandara supadio