PONTIANAK POST – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kubu Raya meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi masuknya virus nipah. Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus terkonfirmasi, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) diinstruksikan untuk memperketat pengawasan.
Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Wan Iwansyah, menyatakan bahwa langkah antisipasi dilakukan sejak dini di tingkat puskesmas hingga rumah sakit. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit menular berbahaya tersebut di wilayah Kubu Raya.
“Kendati belum ada kasus, kami telah menginstruksikan seluruh faskes untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya pencegahan,” ujar Wan Iwansyah kepada Pontianak Post, Kamis (5/2).
Wan menjelaskan, Dinkes kini tengah memperkuat sistem deteksi dini, terutama terhadap pasien yang mengeluhkan demam akut disertai gangguan pernapasan. Pemantauan dilakukan secara intensif dan berjenjang.
“Setiap fasilitas kesehatan sudah kami minta untuk siap melakukan deteksi dini dan pelaporan cepat apabila ditemukan kasus yang mencurigakan,” ungkapnya.
Wan Iwansyah menambahkan, setiap tenaga kesehatan di lapangan diminta segera melaporkan pasien yang memiliki gejala mengarah pada virus nipah, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat kontak dengan hewan atau baru kembali dari daerah terjangkit.
“Ini penting supaya jika ada indikasi, bisa langsung ditangani sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Selain penguatan internal, Dinkes Kubu Raya juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dan Kementerian Kesehatan untuk memantau perkembangan situasi nasional.
Di sisi lain, masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Mencuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah pencegahan dasar yang paling efektif.
“Segera periksakan diri ke faskes terdekat jika mengalami demam tinggi, batuk, atau sesak napas. Prinsipnya kita tidak boleh lengah; pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan,” pungkas Wan Iwansyah. (ash)
Editor : Hanif