Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bupati Karolin Pimpin Rakor Program MBG, Hanya 4 Dapur di Landak yang Punya IPAL Layak

A
Penulis: Arief Nugroho❯

 

Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat memimpin Rakor Program MBG di Landak bersama SPPG.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat memimpin Rakor Program MBG di Landak bersama SPPG.

PONTIANAK POST - Bupati Landak Karolin Margret Natasa, memimpin langsung pelaksanaan Rapat Koordinasi membahas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aula Kantor Bupati Landak. Senin (17/11). Karolin mengatakan sesuai surat edaran dari Mendagri berkaitan dengan percepatan dan pengawasan program MBG, maka dilaksanakan rapat Satuan Tugas (Satgas) MBG yang telah dibentuk Pemda bersama SPPG.


Advertisement

"Kita membahas mengenai beberapa hal, terutama berkaitan dengan SOP-SOP dan standar dapur sehingga program ini bisa berjalan dengan lancar di Kabupaten Landak," jelasnya.

Karolin menyampaikan bahwa saat ini beberapa dapur SPPG sedang dalam proses pengajuan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Namun beberapa dapur yang ada telah mengantongi SLHS dari Dinas Kesehatan Kabupaten Landak.

"Yang sudah dikeluarkan sertifikatnya oleh Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Kesehatan itu ada 11 dapur, masih ada beberapa dapur yang masih menunggu hasil laboratorium, ada beberapa dapur juga yang masih proses perbaikan," tuturnya.

Advertisement

Kedepan Bupati Karolin berharap, tidak hanya SLHS saja yang perlu diperhatikan,  namun juga pengawasan dan pengelolaan limbah yang dihasilkan dapur.  Sebab limbah dapur penting dikelola dengan baik, agar tidak mencemari dapur maupun lingkungan di sekitarnya.

"Ini yang tadi kami sampaikan kepada teman-teman Korwil dan SPPG, juga agar menjadi perhatian dari Badan Gizi Nasional mengenai standar dapur juga wajib menggunakan IPAL dan saat ini baru 4 dari 21 dapur yang sudah memiliki IPAL yang layak," imbuhnya.

Sementara Korwil BGN Kabupaten Landak, Yohanes, yang sebelumnya juga menyampaikan pemaparan pelaksanaan program MBG di Landak menuturkan, saat ini total 21 dapur SPPG yang sudah beroperasional.  Dia memastikan SPPG yang ada terus memaksimalkan pelayanan, serta memastikan keamanan dan kesehatan menu yang disajikan.

Advertisement

"Saat ini tiap SPPG sudah memiliki alat rapid test untuk meminimalisir potensi terjadinya keracunan. Ini merupakan upaya baik dalam mendistribusikan makanan yang layak dan higienis," katanya.

Pada bulan Desember nanti, pihaknya menargetkan 80 persen penerima manfaat program MBG di Landak bisa tercapai yang juga diikuti terbentuknya dapur SPPG 3T atau dapur di lokasi terpencil.  Total 26 titik dapur MBG 3T yang akan direalisasikan di wilayah Kabupaten Landak yang nantinya juga akan menyesuaikan lagi.  Dari pendistribusian program MBG di Landak hingga kini tidak terjadi kasus-kasus berat, meskipun ada beberapa hal yang terus dibenahi.

"Dan kami setelah melaksanakan kegiatan meeting bersama tadi ada beberapa hal yang akan menjadi perhatian kami dan itu tentu perlu bantuan dari berbagai pihak, termasuk OPD terkait. Sehingga kami mohon bantuan kepada semua pihak," terangnya.  (arf)

Advertisement

Artikel Terkait

Mahasiswa Bakal Gelar Aksi Sore Ini, Desak Dialog Terbuka dengan Gubernur dan DPRD

Mahasiswa Bakal Gelar Aksi Sore Ini, Desak Dialog Terbuka dengan Gubernur dan DPRD

Isu karhutla, MBG, dan BBM jadi sorotan. Sekitar 300 mahasiswa Kalbar gelar aksi di Gedung DPRD sore ini dan menuntut dialog langsung.

Program MBG di 13 Sekolah Kapuas Hulu Terhenti, Ini Alasannya

Program MBG di 13 Sekolah Kapuas Hulu Terhenti, Ini Alasannya

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 13 sekolah Kapuas Hulu terhenti. Selain persoalan izin, keterlambatan distribusi juga jadi keluhan.

Ratusan Siswa Kembali Tumbang Usai Santap MBG, 230 Korban Dapat Penanganan Medis di Pati

Ratusan Siswa Kembali Tumbang Usai Santap MBG, 230 Korban Dapat Penanganan Medis di Pati

230 siswa di Pati diduga keracunan MBG, sementara kasus serupa di Sidoarjo menemukan sampel makanan terkontaminasi bakteri.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer