Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dunia Kerja dan Pertemanan Punya Etika Berbeda Saat Lupa Nama Seseorang

C
Penulis: Chairunnisya❯
Ilustrasi seorang pria lupa nama orang yang menyapanya. (AI)
Ilustrasi seorang pria lupa nama orang yang menyapanya. (AI)

Advertisement

PONTIANAK POST - Lupa nama seseorang bisa terjadi di mana saja, baik saat bertemu teman lama maupun ketika menghadiri rapat kantor.

Namun, cara menyikapinya tidak selalu sama. Dilansir dari Jawapos, menurut Founder Digital Etika Edgar Bayu Refansyah MSi, lingkungan profesional dan pertemanan memiliki pendekatan etika yang berbeda, meski sama-sama menuntut penghargaan terhadap orang lain.

Nama Berkaitan dengan Kredibilitas di Dunia Kerja

Edgar menjelaskan bahwa nama bukan sekadar panggilan, melainkan bagian dari identitas seseorang. Karena itu, mengingat nama memiliki makna lebih besar, terutama dalam lingkungan profesional.

Menurutnya, nama berkaitan dengan kesan pertama, kredibilitas, hingga profesionalisme seseorang.

Advertisement

"Sementara di lingkungan pertemanan, biasanya lebih santai dan mudah dimaklumi. Tapi pada keduanya, tetap penting untuk menghargai orang lain sebagai individu," katanya.

Karena itu, saat lupa nama rekan kerja, klien, atau relasi bisnis, seseorang sebaiknya tidak asal menebak atau berpura-pura masih mengingat.

Situasi Formal Butuh Strategi yang Lebih Elegan

Dalam acara resmi seperti rapat, seminar, atau pertemuan kantor, Edgar menyarankan menggunakan cara yang lebih halus ketika ingin mengetahui kembali nama lawan bicara.

Salah satu strategi yang dapat dilakukan ialah memperkenalkan diri terlebih dahulu.

"Biasanya lawan bicara akan otomatis menyebutkan namanya kembali," sambung Edgar.

Selain itu, seseorang juga dapat memanfaatkan name tag, daftar peserta, maupun meminta bantuan pihak ketiga untuk memastikan nama tanpa membuat situasi menjadi canggung.

Advertisement

Artikel Terkait

Etika Bermedia Sosial Penting Agar Unggahan Liburan Tidak Menimbulkan Masalah

Etika Bermedia Sosial Penting Agar Unggahan Liburan Tidak Menimbulkan Masalah

Liburan boleh dibagikan di media sosial, tetapi pengguna perlu memahami etika agar tidak menimbulkan dampak negatif.

195 Siswa Baru SMP Bruder Pontianak Ikuti MPLS, Bekali Etika Bermedia Sosial hingga Bahaya Narkoba

195 Siswa Baru SMP Bruder Pontianak Ikuti MPLS, Bekali Etika Bermedia Sosial hingga Bahaya Narkoba

Sebanyak 195 siswa baru SMP Bruder Pontianak mengikuti MPLS dengan materi etika bermedia sosial dan bahaya narkoba.

AMSI Kalbar Gelar UKJ di Tengah Krisis Kepercayaan Media Global, Fokus pada Integritas dan Etika

AMSI Kalbar Gelar UKJ di Tengah Krisis Kepercayaan Media Global, Fokus pada Integritas dan Etika

AMSI Kalbar menggelar UKJ 2026 di Pontianak. Integritas dan etika jurnalis disorot di tengah krisis kepercayaan media.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer