Dunia Kerja dan Pertemanan Punya Etika Berbeda Saat Lupa Nama Seseorang

PONTIANAK POST - Lupa nama seseorang bisa terjadi di mana saja, baik saat bertemu teman lama maupun ketika menghadiri rapat kantor.
Namun, cara menyikapinya tidak selalu sama. Dilansir dari Jawapos, menurut Founder Digital Etika Edgar Bayu Refansyah MSi, lingkungan profesional dan pertemanan memiliki pendekatan etika yang berbeda, meski sama-sama menuntut penghargaan terhadap orang lain.
Nama Berkaitan dengan Kredibilitas di Dunia Kerja
Baca Juga: Cara Menanyakan Nama yang Terlupa Tanpa Menyinggung Perasaan
Edgar menjelaskan bahwa nama bukan sekadar panggilan, melainkan bagian dari identitas seseorang. Karena itu, mengingat nama memiliki makna lebih besar, terutama dalam lingkungan profesional.
Menurutnya, nama berkaitan dengan kesan pertama, kredibilitas, hingga profesionalisme seseorang.
"Sementara di lingkungan pertemanan, biasanya lebih santai dan mudah dimaklumi. Tapi pada keduanya, tetap penting untuk menghargai orang lain sebagai individu," katanya.
Karena itu, saat lupa nama rekan kerja, klien, atau relasi bisnis, seseorang sebaiknya tidak asal menebak atau berpura-pura masih mengingat.
Situasi Formal Butuh Strategi yang Lebih Elegan
Dalam acara resmi seperti rapat, seminar, atau pertemuan kantor, Edgar menyarankan menggunakan cara yang lebih halus ketika ingin mengetahui kembali nama lawan bicara.
Salah satu strategi yang dapat dilakukan ialah memperkenalkan diri terlebih dahulu.
"Biasanya lawan bicara akan otomatis menyebutkan namanya kembali," sambung Edgar.
Selain itu, seseorang juga dapat memanfaatkan name tag, daftar peserta, maupun meminta bantuan pihak ketiga untuk memastikan nama tanpa membuat situasi menjadi canggung.



