
Angka Stunting Per Oktober 2024 Hanya 14,22 Persen
PEMERINTAH Kota Singkawang gencar melakukan upaya cegah stunting. Langkah yang diambil mulai dari strategi konvergensi penanggulangan dan pencegahan stunting hingga penguatan kader posyandu demi peningkatan kunjungan balita dan anak ke Posyandu.
Langkah ini diambil sesuai dengan strategi nasional dalam penanggulangan stunting yakni ada lima pilar pencegahan stunting. Antara lain, komitmen dan visi misi kepemimpinan, kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku, konvergensi intervensi spesifik dan sensitif, ketahanan pangan dan gizi, terakhir penguatan sistem, pemantauan serta evaluasi.

Pj Wali Kota Singkawang H Sumastro menegaskan bahwa Pemerintah Kota Singkawang sangat serius dalam mengupayakan penurunan angka stunting di Kota Singkawang.
“Kami kembali mengingatkan dan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Singkawang sangat serius mengupayakan penurunan angka stunting. Komitmen pemerintah tidak pernah kendur,” ungkapnya.
Pihaknya menyebut, komitmen ini senantiasa tergambar melalui kolaborasi kerja berbagai pihak sehingga memastikan konvergensi antar program untuk menurunkan stunting hingga ke tingkat kelurahan.

Langkah serius ini bisa dilihat dari penyatuan visi dan misi dalam rangka koordinasi pelaksanaan delapan aksi konvergensi terhadap 10 kelurahan lokasi fokus intervensi penurunan stunting terintegrasi Kota Singkawang tahun 2024.
Dari sisi kerangka intervensi untuk 10 kelurahan yang menjadi lokus tersebut, penanganan stunting secara garis besar dilakukan melalui intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif yang difokuskan pada seribu hari pertama kehidupan.
Intervensi gizi spesifik yang berhubungan dengan peningkatan gizi dan kesehatan, sedangkan intervensi gizi sensitif berkaitan dengan penyediaan air bersih dan sanitasi. Bahkan Pemkot Singkawang juga optimalisasi perbaikan pola asuh dan meningkatkan akses dan mutu pelayanan Kesehatan.

"Pada tingkat kelurahan, Pemkot Singkawang selalu mengupayakan pemberian makanan tambahan melalui posyandu-posyandu, bahkan mengadakan sweeping ke rumah-rumah sebagai wujud komitmen pemkot pencegahan stunting," terang Sumastro.
Selain itu, Pemkot Singkawang sudah memaksimalkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). "Selain itu seluruh stakeholder di Kota Singkawang dapat saling bekerja sama dan berkomitmen sehingga penerapan lima pilar ini dapat mewujudkan target pemerintah Kota Singkawang dalam penanggulangan stunting hingga mencapai di bawah angka 14% di tahun 2024," jelasnya.
Pemkot berharap angka prevalensi stunting 14,85% di tahun 2023 yang bersumber dari EPPGBM, dapat semakin dimaksimalkan hingga di tahun 2024 dapat memenuhi target di bawah angka 14%. Hingga saat ini data per tanggal 7 Oktober 2024, angka stunting kota Singkawang 14,22%
Kemudian Pemkot Singkawang juga memperkuat kolaborasi bersama kader Posyandu. "Setiap kader di Posyandu harus bertanggung jawab kepada tidak lebih dari 20 balita," terangnya.

Jika Posyandu yang memiliki jumlah sasaran yang terbilang tinggi, diharuskan untuk membentuk unit posyandu baru. Hal ini dimaksudkan agar seluruh sasaran dapat terjangkau dengan baik.
Mengingat keberhasilan pengukuran bulan Juni lalu mencapai kurang lebih 80%, Posyandu akan dimaksimalkan untuk terus konsisten menjalankan tugas dan fungsinya. Pemkot juga akan terus memperjuangkan hak insentif kader-kader semua yang menjadi pejuang kemanusiaan ini. Selain itu, Pemkot terus meningkatkan kapasitas Posyandu dengan harapan dapat lebih proaktif memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat. (har/*)



