PONTIANAK POST – Pihak kepolisian yang dipimpin Kapolsek Sungai Pinyuh, AKP Setyadi melakukan ground check 26 titik api di wilayahnya, Kamis (26/3). Kegiatan ini mengingat kemarau panjang yang berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mempawah.
Setyadi menjelaskan potensi 26 titik api tersebut terdeteksi di dua desa di Kecamatan Sungai Pinyuh. Yakni, Desa Sungai Bakau Besar Darat dan Desa Sungai Rasau. Lokasi hot spot mencapai belasan kilo meter.
“Untuk jarak hot spot kurang lebih 15 kilometer atau kita tempuh dengan kendaraan selama kurang lebih 40 menit,” terang Setyadi.
Secara keseluruhan, sambung Setyadi, kondisi hutan di lokasi hot spot merupakan semak belukar dengan jenis tanah gambut. Situasi itu berpotensi menyebabkan hot spot dengan cepat menyebarluas ke lahan-lahan di sekitarnya.
“Kesulitannya, tidak ada akses jalan menuju ke lokasi hot spot. Sehingga, kita tidak bisa menjangkau langsung titik api,” bebernya.
Meski demikian, Setyadi memastikan pihaknya akan terus melakukan monitoring dan pemantauan terhadap titik-titik potensial hot spot di wilayah Kecamatan Sungai Pinyuh. Sehingga, ketika ditemukan adanya karthutla secepatnya dilakukan penanganan dan penanggulangan secara maksimal.
“Kami juga mengharapkan dukungan elemen masyarakat untuk melaporkan jika melihat atau menemukan adanya kebakaran hutan dilingkungannya. Setiap laporan akan kami tindaklanjuti dengan cepat dan tepat,” tegasnya.
Sementara itu, kebakaran semak belukar di belakang bangunan kandang ayam di Jalan Seliung, Kecamatan Sungai Pinyuh berhasil diatasi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), Kamis (26/3) sekitar pukul 13.00 WIB.
Penjaga kandang ayam, Suprawoto mengaku melihat kobaran api yang membakar semak belukar di belakang bangunan kandang ayam. Saat itu, dia berusaha memadamkan api menggunakan peralatan manual.
“Saya coba padamkan api dengan menggunakan ember. Namun, kobaran api tak kunjung padam. Bahkan, api semakin menyebar membakar semak belukar di sekitarnya,” kata Suprawoto.
Menurut dia, panas terik disertai angin kencang menyebabkan kobaran api sulit dipadamkan dengan cara manual. Dari pantauannya, api semakin dekat dengan kandang ayam.
“Karena khawatir api semakin dekat dengan pondok dan kandang ayam, saya langsung menghubungi petugas Damkar Sungai Pinyuh untuk membantu memadamkan api yang membakar semak belukar itu,” ujarnya.
Tak berselang lama, laporan Suprawoto mendapatkan respon dari petugas Damkar. Sebanyak dua unit Mobil Damkar Jaguar dan satu unit Mobil Damkar BPA-Sungai Pinyuh tiba di lokasi kebakaran.
“Sekitar satu jam petugas damkar melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan dengan baik,” pungkasnya. (wah)
Editor : Hanif