Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPKP Kalbar Beri Catatan Soal Program Strategis Nasional: dari MBG hingga Sekolah Rakyat

S
Penulis: Siti Sulbiyah❯

 

Rudy M Harahap.
Rudy M Harahap.

PONTIANAK POST - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kalimantan Barat memberikan sejumlah catatan penting terkait pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) di daerah. Beberapa diantaranya adalah program makan bergizi gratis (MBG), sekolah rakyat, hingga cek kesehatan gratis.


Advertisement

Kepala Perwakilan BPKP Kalbar, Rudy M. Harahap, menjelaskan bahwa implementasi program makan bergizi gratis sempat mengalami berbagai tantangan pada tahap awal. Namun, setelah diluncurkan, program tersebut kini berjalan dengan cukup baik. 

“Secara umum sejauh ini manageable,” ujarnya, belum lama ini.

Rudy mengungkapkan, BPKP turut melakukan monitoring di lapangan untuk memastikan tidak ada masalah keamanan pangan. Ia mencontohkan salah satu kasus di Kabupaten Kubu Raya, di mana sempat muncul laporan anak muntah setelah mengonsumsi makanan MBG. “Setelah dicek, ternyata bukan karena makanannya basi, tapi karena anak tersebut tidak terbiasa makan ikan,” jelasnya.

Advertisement

Meski demikian, BPKP Kalbar mencatat masih adanya persoalan terkait Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dapur MBG. Sejak awal Januari, pihaknya sudah mengingatkan bahwa risiko tersebut seharusnya dapat dimitigasi oleh Dinas Kesehatan di setiap kabupaten/kota. Begitu muncul kasus keracunan di daerah lain, barulah pihak-pihak terkait menyadari pentingnya SLHS). 

“Sekarang Menteri Kesehatan memberi waktu satu bulan untuk menyelesaikan sertifikasi SLHS dapur-dapur MBG,” ungkapnya.

Rudy menambahkan, dalam proses sertifikasi ditemukan ketidaksamaan prosedur antar laboratorium penguji, serta adanya pembebanan biaya yang belum jelas. Menurutnya, hal ini harus segera dimitigasi guna meminimalisir peluang terjadinya fraud.

Advertisement

BPKP pun telah memberikan peringatan kepada pemerintah daerah untuk menjaga risiko terjadinya penyimpangan. “Walaupun nilai per dapur tidak signifikan, kalau diakumulasi bisa besar. Kita harus menjaga supaya tidak ada fraud,” tegasnya.

Selain itu, BPKP juga menyoroti belum meratanya pelatihan bagi penjamah makanan yang menjadi syarat memperoleh SLHS. Menurutnya para penjamah makanan ini harus tahu standar kebersihan, seperti memakai masker dan menjaga higienitas. 

Di sisi lain, kata dia, sejauh ini honor dan tanggung jawab penjamah makanan ini belum diatur jelas. “Nah, itu kita kasih pandangan bahwa ini harus diatur oleh kepala dinas kesehatannya,” kata dia.

Tak hanya MBG, BPKP juga mencatat sejumlah hal yang perlu diperbaiki dalam program Sekolah Rakyat, terutama terkait legalitas lahan. “Isu tanah harus diperjelas. Jangan sampai nanti jadi masalah hukum di kemudian hari,” ujarnya.

Sementara untuk program cek kesehatan gratis, BPKP menilai pelaksanaannya masih terbatas. Ia menilai programnya berjalan, tapi performanya belum maksimal dari sisi item yang diberikan pelayanannya. 

“Pemeriksaan kesehatannya masih sebatas tensi darah. Sementara masyarakat berharap bisa ada tes darah ataupun cek EKG (Elektrokardiogram),” jelas Rudy. (sti)

Advertisement

Artikel Terkait

Mahasiswa Bakal Gelar Aksi Sore Ini, Desak Dialog Terbuka dengan Gubernur dan DPRD

Mahasiswa Bakal Gelar Aksi Sore Ini, Desak Dialog Terbuka dengan Gubernur dan DPRD

Isu karhutla, MBG, dan BBM jadi sorotan. Sekitar 300 mahasiswa Kalbar gelar aksi di Gedung DPRD sore ini dan menuntut dialog langsung.

Program MBG di 13 Sekolah Kapuas Hulu Terhenti, Ini Alasannya

Program MBG di 13 Sekolah Kapuas Hulu Terhenti, Ini Alasannya

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 13 sekolah Kapuas Hulu terhenti. Selain persoalan izin, keterlambatan distribusi juga jadi keluhan.

Ratusan Siswa Kembali Tumbang Usai Santap MBG, 230 Korban Dapat Penanganan Medis di Pati

Ratusan Siswa Kembali Tumbang Usai Santap MBG, 230 Korban Dapat Penanganan Medis di Pati

230 siswa di Pati diduga keracunan MBG, sementara kasus serupa di Sidoarjo menemukan sampel makanan terkontaminasi bakteri.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer