Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Amirullah Sebut Realisasi Anggaran Bukan Tolok Ukur Utama Keberhasilan Program Kesehatan

M
Penulis: Mirza Ahmad Muin❯
Sekda Pontianak, Amirullah
Sekda Pontianak, Amirullah

Advertisement

PONTIANAK POST - Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menegaskan, keberhasilan program kesehatan tidak cukup diukur dari besarnya anggaran yang diterima atau direalisasikan, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.

Paradigma ini makin jelas praktiknya di Pemkot Pontianak. Salah satunya karena pendampingan dari Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, hingga World Bank.

Hal itu disampaikannya saat membuka Pendampingan Performance Improvement Plan (PIP) DAU-Specific Grant Bidang Kesehatan Tahap II Tahun 2026-2027 di Aula A Muis Amin Bapperida Pontianak, Rabu (15/7).

Amirullah mengatakan, sejak pendampingan tahap pertama, Pemerintah Kota Pontianak telah memperoleh banyak pembelajaran bersama tim pendamping. Berbagai indikator prioritas kesehatan telah dianalisis melalui gap analysis, fishbone analysis, dan root cause analysis.

“Hasilnya bukan hanya daftar permasalahan, tetapi sebuah peta jalan atau roadmap yang menjelaskan akar persoalan, faktor penyebab, peluang perbaikan, serta strategi intervensi yang paling efektif,” ujarnya.

Advertisement

Menurutnya, pada tahap kedua ini, fokus utama adalah memfinalkan Rencana Peningkatan Kinerja atau RPK, menyelaraskannya dengan dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, serta memastikan kesiapan implementasi yang terukur dan berkelanjutan.

Terlebih skema DAU-Specific Grant dibangun atas prinsip performance-based financing atau pembiayaan berbasis kinerja. Karena itu, daerah dituntut tidak hanya mampu menyerap anggaran, tetapi juga menghasilkan dampak yang jelas.

“Ukuran keberhasilan bukanlah besarnya anggaran yang diterima daerah, melainkan besarnya perubahan yang mampu diwujudkan melalui penggunaan anggaran tersebut,” katanya.

Ia menegaskan, realisasi anggaran yang besar tidak otomatis menunjukkan keberhasilan apabila tidak diikuti outcome yang nyata. Dalam bidang kesehatan, dampak program harus terlihat pada peningkatan kualitas layanan, perubahan indikator, dan perbaikan derajat kesehatan masyarakat.

“Bukan karena realisasi anggarannya semakin besar, tetapi dampaknya, outcome-nya, yang kita harapkan dari kegiatan ini,” jelasnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Kalbar Masih Kekurangan Dokter, Distribusi Tenaga Kesehatan Belum Merata di Seluruh Daerah

Kalbar Masih Kekurangan Dokter, Distribusi Tenaga Kesehatan Belum Merata di Seluruh Daerah

Kalbar masih kekurangan dokter dan menghadapi ketimpangan distribusi tenaga kesehatan, terutama di wilayah terpencil.

Pemprov Kalbar Canangkan Gerakan Sejuta Vaksin HPV, Dorong Perlindungan Kesehatan Perempuan

Pemprov Kalbar Canangkan Gerakan Sejuta Vaksin HPV, Dorong Perlindungan Kesehatan Perempuan

Pemprov Kalbar mencanangkan Gerakan Sejuta Vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks dan melindungi kesehatan perempuan.

Tragedi Dokter Bunuh Diri, Alarm Kesehatan Mental Tenaga Medis

Tragedi Dokter Bunuh Diri, Alarm Kesehatan Mental Tenaga Medis

Kematian dokter muda di NTT jadi alarm krisis kesehatan mental tenaga medis akibat tekanan kerja dan intimidasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer