Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pakar Pendidikan: Candaan Sehat Tidak Membuat Siapa Pun Merasa Direndahkan

C
Penulis: Chairunnisya❯
Ilustrasi pelajar (AI)
Ilustrasi pelajar (AI)

Advertisement

PONTIANAK POST - Suasana belajar yang menyenangkan sering lahir dari komunikasi yang santai. Namun, tidak semua candaan bisa dianggap wajar. Humor tetap memiliki batas ketika menyangkut penghormatan terhadap orang lain.

Dilansir dari Jawapos, Amazing Teacher Trainer Panji Mahardika SPd MPd menjelaskan bahwa candaan yang sehat adalah candaan yang membuat semua orang merasa nyaman.

Humor Harus Membuat Semua Tertawa

Menurut Panji, ukuran candaan yang sehat sebenarnya sederhana.

"Candaan sehat itu membuat semua pihak bisa tertawa tanpa ada yang merasa direndahkan. Kalau hanya satu pihak yang tertawa, itu bukan candaan, tapi olok-olok. Apalagi kalau ada yang merasa tidak nyaman, berarti sudah lewat batas," terangnya.

Advertisement

Ia menilai humor seharusnya menjadi sarana mencairkan suasana belajar, bukan alat untuk mempermalukan seseorang.

Bahasa Tubuh Juga Mengandung Makna

Selain ucapan, Panji mengingatkan bahwa bahasa tubuh juga menjadi bagian penting dalam komunikasi.

"Bahasa tubuh itu jujur. Gestur seperti mengacungkan jari tengah atau mimik mengejek secara universal bukan candaan, tapi simbol penghinaan, meskipun dibungkus humor," tegasnya.

Karena itu, siswa perlu memahami bahwa tidak semua ekspresi dapat dibenarkan hanya dengan alasan bercanda. (*) 

Advertisement

Artikel Terkait

Gestur Menghina Guru Dinilai Bukti Krisis Adab di Dunia Pendidikan Saat Ini

Gestur Menghina Guru Dinilai Bukti Krisis Adab di Dunia Pendidikan Saat Ini

Amazing Teacher Trainer Panji Mahardika menilai aksi siswa mengolok guru bukan lagi kenakalan biasa, melainkan krisis adab.

Bukan Sekadar Dinasihati, Psikolog Ungkap Remaja Perlu Orang Tua dan Guru yang Mau Mendengarkan

Bukan Sekadar Dinasihati, Psikolog Ungkap Remaja Perlu Orang Tua dan Guru yang Mau Mendengarkan

Psikolog mengingatkan remaja lebih membutuhkan pendamping yang mau mendengar daripada sekadar nasihat dari orang tua dan guru.

Disdikbud Singkawang Perketat Penggunaan Ponsel di Sekolah, Ortu dan Guru Diminta Ikut Mendukung

Disdikbud Singkawang Perketat Penggunaan Ponsel di Sekolah, Ortu dan Guru Diminta Ikut Mendukung

Disdikbud Singkawang memperketat penggunaan ponsel di sekolah untuk meningkatkan konsentrasi belajar dan melindungi siswa dari risiko ruang

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer