Karhutla Kalbar: 200 Hektare Masih Ditangani, Jumlah Titik Api Menurun

PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi pemadaman darat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan sekitar 200 hektare lahan masih dalam penanganan dari total yang terdampak karhutla.
"Alhamdulillah penanganan kathutla menunjukkan perkembangan dengan sekitar 200 hektare lahan masih ditangani ," kata Gubernur Kalbar Ria Norsan, Sabtu (5/9).
Titik Api Karhutla Kalbar Menurun
Norsan mengatakan jumlah titik api juga mengalami penurunan dari sebelumnya sekitar 2.000 titik menjadi lebih dari 100 titik.
Menurut dia, penurunan tersebut terjadi seiring penguatan operasi darat dan udara serta turunnya hujan di sejumlah wilayah.
"Titik api juga sudah mulai menurun dari 2.000 titik api, tinggal 100 lebih titik api," sebutnya.
Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, pada Jumat, 4 September 2026 pukul 21.15 WIB terdeteksi 124 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Kalimantan Barat.
Sebagai pembanding, pada 1 September 2026 pukul 21.25 WIB, Kalbar masih mencatat 570 hotspot high confidence. Jadi, data 4 September menunjukkan penurunan tajam menjadi 124 titik.
Dalam perkembangan penanganan karhutla pada Jumat, 4 September 2026, BNPB mencatat luas lahan terbakar pada awal September mencapai 802,17 hektare.



