Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mahasiswa Internasional FEB UM Pontianak dan Perfep UNIMAS Tampil Memukau di EICW 4.0

H
Penulis: Hanif❯
Mahasiswa FEB UM Pontianak dan Perfep UNIMAS foto bersama dalam Econspire International Cultural Week 4.0 di Pontianak.
Mahasiswa FEB UM Pontianak dan Perfep UNIMAS foto bersama dalam Econspire International Cultural Week 4.0 di Pontianak.

Advertisement

PONTIANAK POST – Econspire International Cultural Week 4.0 (EICW 4.0) sukses digelar di Aula Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) pada Rabu, 1 Oktober 2026. Acara yang diselenggarakan oleh Fakulti Ekonomi dan Perniagaan (FEP) Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM Pontianak ini berlangsung meriah dan menjadi wujud nyata mobilitas internasional antara kedua fakultas lintas negara, Indonesia dan Malaysia.

Delegasi UNIMAS memboyong sebanyak 3 orang dosen dan 30 perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Fakulti Ekonomi dan Perniagaan UNIMAS (Perfep UNIMAS). Peserta berangkat dari penginapan dengan dijemput bus dari UMP dan tiba di lokasi acara pada pukul 08.30 WIB.

Acara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMP, Dr. Dedi Hariyanto, SE, MM. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antar fakultas dan organisasi mahasiswa demi membangun persahabatan lintas negara serta membuka kesempatan baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

Advertisement

Setelah sesi ramah tamah dari dosen UNIMAS dan Program Director Perfep UNIMAS, acara dilanjutkan dengan penampilan spektakuler dari kelas Internasional Program Studi Manajemen, FEB UM Pontianak. Sebanyak 44 mahasiswa dari tiga angkatan, yaitu 2024, 2025, dan 2026, bersatu padu menampilkan pertunjukan yang grand dan penuh makna.

Mahasiswa FEB UM Pontianak dan Perfep UNIMAS tampil bersama dalam Econspire International Cultural Week 4.0 di Pontianak.
Mahasiswa FEB UM Pontianak dan Perfep UNIMAS tampil bersama dalam Econspire International Cultural Week 4.0 di Pontianak.

 

Advertisement

Penampilan tersebut memadukan drama komedi yang sarat akan isu sosial, khususnya permasalahan kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi di Kalimantan Barat. Drama ini kemudian bertransisi menjadi tari eksperimental yang merepresentasikan hutan dan lahan terbakar serta dampaknya terhadap flora dan fauna di hutan Kalimantan. Penampilan semakin khidmat dengan paduan suara yang membawakan lagu "Tanah Airku" dan "Aek Kapuas," disusul dengan tari Cina, Dayak, dan Melayu sebagai representasi tiga suku yang ada di Kalimantan Barat. Penampilan ditutup dengan orasi mahasiswa yang berisi kritik terhadap para pelaku pembakaran hutan.

Setelah penampilan dari kelas Internasional Manajemen FEB UM Pontianak, acara dilanjutkan dengan penampilan dari Perfep UNIMAS. Mereka membawakan tari Dayak dan tari kontemporer yang dibawakan oleh 30 peserta, dan turut diikuti pula oleh peserta dari FEB UM Pontianak. Kolaborasi tarian ini menjadi simbol persatuan dan persahabatan antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia.

Setelah kedua penampilan tersebut, Perfep UNIMAS memperkenalkan diri mereka di panggung, menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan internasional maupun nasional yang telah mereka kerjakan, serta memperkenalkan nama-nama dewan tinggi mereka dalam acara seremonial ini.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan pembuatan konten bersama antara FEB UNIMAS dan FEB UM Pontianak.

Diharapkan kolaborasi ini dapat diperbanyak dan turut membawa nilai-nilai budi luhur serta manfaat akademik bagi kedua belah pihak. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Melihat Persiapan TKA di SMP Muhammadiyah 1 Pontianak: Menjaga Asa TKA di Tengah Kepungan Kabut Asap

Melihat Persiapan TKA di SMP Muhammadiyah 1 Pontianak: Menjaga Asa TKA di Tengah Kepungan Kabut Asap

Siswa SMP Muhammadiyah 1 Pontianak tetap mempersiapkan TKA di tengah kabut asap dengan dukungan sekolah dan pembelajaran fleksibel.

Muhammadiyah Kalbar: Evaluasi Perda Pembukaan Lahan Harus Komprehensif

Muhammadiyah Kalbar: Evaluasi Perda Pembukaan Lahan Harus Komprehensif

Karhutla kembali meluas di Kalbar. Muhammadiyah meminta Perda pembukaan lahan dievaluasi dengan mempertimbangkan hukum, adat, dan ekologi.

Membaca Yasin di Malam Jumat, Benarkah Diampuni Dosa? Simak Kajian Muhammadiyah

Membaca Yasin di Malam Jumat, Benarkah Diampuni Dosa? Simak Kajian Muhammadiyah

Umat Islam perlu memahami kualitas hadis yang menjadi dasar pembacaan yasin agar tidak keliru dalam mengamalkannya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer