Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Seleksi Sekda Kalbar Terbuka Nasional, Pansel Usulkan Tiga Calon Terbaik kepada Gubernur

N
Ilustrasi seleksi.
Ilustrasi seleksi.

Advertisement

PONTIANAK POST - Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat tidak hanya menilai kelengkapan administrasi, tetapi juga kompetensi kepemimpinan, pemahaman pemerintahan, hingga kemampuan komunikasi para peserta. Panitia seleksi nantinya mengusulkan tiga calon terbaik kepada Gubernur Kalimantan Barat untuk diproses lebih lanjut.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) JPT Madya Sekda Kalbar Hermansyah menegaskan, tiga nama yang dihasilkan di akhir seleksi bukan merupakan peringkat yang menentukan siapa yang harus dipilih menjadi Sekda. Ketiganya merupakan peserta dengan hasil penilaian terbaik berdasarkan akumulasi seluruh tahapan seleksi.

“Publik harus memahami dengan baik proses open bidding ini. Tiga nama yang kita keluarkan itu bukan perankingan, tetapi tiga nama terbaik dari peserta-peserta lainnya,” kata Hermansyah di Pontianak, siang kemarin.

Ia menjelaskan, hasil seleksi akan diserahkan kepada Gubernur Kalimantan Barat selaku pejabat pembina kepegawaian (PPK). Selanjutnya, gubernur akan melakukan konsultasi dengan pemerintah pusat sebelum menentukan calon yang dipilih sesuai mekanisme yang berlaku.

Hermansyah mengatakan, penilaian dilakukan secara bertahap, mulai dari pemeriksaan administrasi, asesmen oleh tim independen, penilaian makalah, hingga wawancara. Seluruh hasil tersebut diakumulasikan untuk menentukan tiga calon terbaik.

Advertisement

“Tidak ada kesepakatan atau arahan dari saya. Saya memberikan kebebasan kepada masing-masing anggota pansel untuk melakukan penilaian, tentunya dengan pedoman dan skor yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Menurut Hermansyah, mekanisme penilaian tersebut diperlukan untuk menjaga objektivitas dan menghindari subjektivitas maupun kepentingan tertentu dalam proses seleksi.

Pada tahap asesmen, tim asesor independen dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan menilai potensi dan kompetensi peserta, termasuk kepemimpinan, loyalitas terhadap aturan, kemampuan berkomunikasi di depan publik, serta pemahaman sosial dan kultural.

Ia menekankan, Sekda merupakan jabatan karier tertinggi bagi aparatur sipil negara (ASN) di daerah. Karena itu, pejabat yang terpilih harus memiliki pemahaman luas mengenai penyelenggaraan pemerintahan dan mampu mengoordinasikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

 “Loyalitas itu harus dipahami tidak hanya loyalitas kepada pimpinan, tetapi juga loyalitas kepada aturan. Memahami aturan adalah sebuah keharusan,” tegasnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Keberangkatan Umrah dari Kalbar Masih Normal, Kemenhaj Minta Jemaah Tetap Waspada

Keberangkatan Umrah dari Kalbar Masih Normal, Kemenhaj Minta Jemaah Tetap Waspada

Keberangkatan jemaah umrah Kalbar masih normal di tengah eskalasi konflik. Kemenhaj imbau jemaah mengikuti informasi resmi.

Krisantus Kurniawan Ingatkan Mahasiswa Kalbar agar Cermat Menyaring Informasi di Media Sosial

Krisantus Kurniawan Ingatkan Mahasiswa Kalbar agar Cermat Menyaring Informasi di Media Sosial

Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan mengingatkan mahasiswa untuk menyaring informasi media sosial dan memanfaatkan teknologi secara produktif.

Delapan Keluarga di Bengkayang Terima Bantuan RTLH dari TP PKK dan Pemprov Kalbar

Delapan Keluarga di Bengkayang Terima Bantuan RTLH dari TP PKK dan Pemprov Kalbar

Delapan keluarga di Bengkayang menerima bantuan RTLH dari TP PKK Kalbar. Program ini juga mendukung legalitas dan pengembangan usahakeluarga

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer