Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dermaga Feri Bardan-Siantan Belum Diperbaiki, DPRD Pontianak Desak Kepastian

M
Penulis: Mirza Ahmad Muin❯
Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin. (Dok)
Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin. (Dok)

Advertisement

PONTIANAK POST - Berbulan-bulan tidak beroperasi akibat kerusakan dermaga, layanan kapal feri penyeberangan rute Bardan-Siantan hingga kini belum menunjukkan kepastian kapan dapat kembali difungsikan. Kondisi ini menjadi sorotan Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin yang mendesak pemerintah kota segera memperjelas langkah perbaikan dermaga tersebut.

Menurut Satar, keberadaan feri Bardan-Siantan memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menjadi alternatif penyeberangan kendaraan, termasuk kendaraan besar yang melintasi Kota Pontianak.

Sebelumnya, harapan perbaikan dermaga sempat muncul melalui sejumlah upaya. Dinas Perhubungan Kota Pontianak diketahui telah mengupayakan perbaikan dengan meminta dukungan pemerintah pusat melalui Komisi V DPR RI. Selain itu, opsi pembiayaan melalui APBD Kota Pontianak juga sempat menjadi alternatif.

Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai langkah yang akan ditempuh pemerintah maupun waktu pelaksanaan perbaikan.

“Jangan sampai upaya yang sebelumnya sudah disampaikan justru tidak jelas kelanjutannya. Pemerintah kota perlu memberikan kepastian, kapan dermaga ini akan diperbaiki dan kapan layanan feri bisa kembali beroperasi, kata Satar, Jumat (16/10).

Advertisement

Persoalan ini semakin mendapat perhatian setelah adanya uji coba yang membolehkan kendaraan besar melintasi Jembatan Kapuas I. Kebijakan tersebut menuai sorotan masyarakat karena kondisi lalu lintas di kawasan itu sudah cukup padat.

Menurutnya masuknya kendaraan besar ke jalur yang telah mengalami kepadatan berpotensi menambah beban lalu lintas dan memperparah kemacetan, terutama di kawasan sekitar jembatan.

Karena itu, ia menilai pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai alternatif untuk mengurai persoalan tersebut. Salah satunya dengan mempercepat perbaikan dermaga feri Bardan-Siantan agar dapat kembali digunakan.

Jika layanan penyeberangan tersebut beroperasi normal, keberadaannya berpotensi menjadi pilihan alternatif bagi pergerakan kendaraan tertentu sehingga beban lalu lintas di Jembatan Kapuas I dapat dikelola dengan lebih baik.

Satar menegaskan, persoalan dermaga feri tidak semestinya dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian. Pemerintah Kota Pontianak perlu menjelaskan perkembangan rencana perbaikan, skema pendanaan yang dipilih, serta target waktu pelaksanaannya.

Advertisement

Artikel Terkait

Biaya Perbaikan Dermaga Feri Bardan-Siantan Membengkak Jadi Rp20 Miliar, DPRD Desak Pemkot Cari Solusi

Biaya Perbaikan Dermaga Feri Bardan-Siantan Membengkak Jadi Rp20 Miliar, DPRD Desak Pemkot Cari Solusi

Biaya perbaikan Dermaga Feri Bardan-Siantan diperkirakan mencapai Rp20 miliar, jauh di atas usulan awal Rp5 miliar.

Ketua DPRD Pontianak Desak Percepatan Perbaikan Dermaga Feri Bardan-Siantan Demi Kelancaran Transportasi Warga

Ketua DPRD Pontianak Desak Percepatan Perbaikan Dermaga Feri Bardan-Siantan Demi Kelancaran Transportasi Warga

DPRD Pontianak mendesak solusi percepatan perbaikan Dermaga Feri Bardan-Siantan agar layanan penyeberangan segera beroperasi.

Dishub Kalbar Kaji Jalan Lingkar dan Angkutan Massal untuk Atasi Kemacetan Pontianak-Kubu Raya

Dishub Kalbar Kaji Jalan Lingkar dan Angkutan Massal untuk Atasi Kemacetan Pontianak-Kubu Raya

Dishub Kalbar mengkaji pembangunan jalan lingkar dan angkutan massal untuk mengurai kemacetan di sejumlah titik padat Pontianak dan Kubu Ray

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer