Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabar Baik! Karhutla Kalbar Hampir Padam, Tersisa 0,19 Hektare Saja

A
Hujan deras melanda 10 daerah di Kalimantan Barat pada Senin 19 Oktober 2026. Hal tersebut membantu pemadaman karhutla di provinsi ini.
Hujan deras melanda 10 daerah di Kalimantan Barat pada Senin 19 Oktober 2026. Hal tersebut membantu pemadaman karhutla di provinsi ini.

Advertisement

 

PONTIANAK POST – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) mendekati tuntas pada area yang masuk target penanganan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hingga 19 Oktober 2026, sebanyak 11,73 hektare lahan telah padam dari total target 11,92 hektare, menyisakan 0,19 hektare yang masih harus ditangani.

Capaian tersebut setara dengan 98,4 persen dari total luas lahan dalam target penanganan BNPB. Meski demikian, pemadaman dan pendinginan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.

Advertisement

Perkembangan ini menjadi kabar baik di tengah panjangnya periode karhutla dan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Kalbar. Namun, angka tersebut hanya menggambarkan kemajuan penanganan pada area yang masuk target BNPB, bukan keseluruhan luas lahan yang terbakar di provinsi ini.

Ancaman kebakaran juga belum sepenuhnya berakhir. Data sebaran titik panas yang diolah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dari Fire Information for Resource Management System (FIRMS) masih mencatat 211 titik panas di Kalbar pada Selasa (20/10), berdasarkan pemantauan satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA-20 hingga pukul 19.00 WIB.

Dari jumlah tersebut, 11 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 196 titik berkepercayaan sedang, dan empat titik berkepercayaan rendah. Titik panas merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit. Temuan ini perlu diverifikasi di lapangan karena tidak setiap titik panas menunjukkan kebakaran aktif.

Advertisement

Karena itu, keberhasilan memadamkan hampir seluruh lahan dalam target penanganan BNPB belum bisa dijadikan satu-satunya ukuran berakhirnya karhutla di Kalbar. Pemantauan titik panas, pemeriksaan lapangan, dan upaya mencegah api kembali menyala tetap dibutuhkan.

Hujan Mulai Turun di 10 Wilayah

Harapan meredanya karhutla juga ditopang hujan yang dilaporkan turun di sejumlah daerah. Pada 19 Oktober, hujan dilaporkan terjadi di Kabupaten Sanggau, Kubu Raya, Sambas, Landak, Kayong Utara, Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, serta Kota Singkawang dan Pontianak.

Hujan dapat membantu membasahi vegetasi dan permukaan lahan yang mengering, sehingga mengurangi kondisi yang mendukung penyebaran api. Namun, dampaknya terhadap pemadaman bergantung pada intensitas dan durasi hujan, kondisi lahan, serta tingkat kekeringan di lokasi kebakaran.

Pada lahan gambut, misalnya, hujan di permukaan belum tentu langsung memadamkan api yang membara di lapisan bawah tanah. Karena itu, petugas masih perlu melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul setelah hujan.

Advertisement

Artikel Terkait

Hujan Guyur Kalbar: Hotspot Karhutla Tinggal 12 Titik, Udara Pontianak Jauh Membaik

Hujan Guyur Kalbar: Hotspot Karhutla Tinggal 12 Titik, Udara Pontianak Jauh Membaik

ujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Barat diikuti penurunan drastis titik panas berkepercayaan tinggi, dari 179 menjadi hanya 12

Ojol Rasakan Dampak Kabut Asap, Grab Berikan Bantuan

Ojol Rasakan Dampak Kabut Asap, Grab Berikan Bantuan

Hujan berturut-turut memberi harapan bagi membaiknya kualitas udara di Pontianak. Namun, bagi pengemudi ojek online yang bekerja di jalan, d

Kualitas Udara Pontianak Kembali Berbahaya, Hotspot Kalteng Tembus 1.561 Titik

Kualitas Udara Pontianak Kembali Berbahaya, Hotspot Kalteng Tembus 1.561 Titik

Ketika udara yang dihirup warga menjadi berbahaya, keberhasilan penanganan karhutla tidak cukup diukur dari jumlah personel dan target pemad

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer