Hilirisasi Kratom Ditargetkan Maret 2027, Kalbar Punya Peluang Besar

PONTIANAK POST - Pemerintah menyiapkan hilirisasi kratom dan kemenyan yang ditargetkan diluncurkan pada Maret 2027. Rencana ini membuka peluang pengembangan nilai tambah kratom di Kalimantan Barat, terutama Kabupaten Kapuas Hulu, yang menjadi sumber penghidupan bagi ribuan orang.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Presiden Prabowo Subianto direncanakan meresmikan pusat riset yang berfokus pada pengurutan genom (genome sequencing) di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.
Pusat riset tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan hilirisasi kedua komoditas.
“Ada dua yang akan hilirisasi dari pertanian yaitu satu adalah kratom, yang kedua yang ada banyak di Kalimantan yang bisa menjadi obat. Kedua adalah mengenai kemenyan,” kata Luhut dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10).
Menurut Luhut, kratom dan kemenyan memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.
Pemerintah masih mempersiapkan pengembangan kedua komoditas tersebut dengan mempertimbangkan potensi pasar.
“Dua barang ini saya pikir kami melihat market, bisa beberapa miliar atau berapa puluh miliar downstreaming-nya,” ujarnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Setujui Proyek Hilirisasi Kratom, Kalbar sebagai Penghasil Terbesar Diuntungkan
Luhut menilai hilirisasi kratom dan kemenyan dapat memperluas pengembangan industri pengolahan dari sektor mineral ke sektor pertanian. Ia membandingkan rencana tersebut dengan pengembangan hilirisasi nikel yang mulai didorong sekitar satu dekade lalu.
“Ini sama seperti nikel waktu kita mulai 10 tahun yang lalu. Sekarang era Presiden Prabowo ada dari pertanian yaitu hilirisasi kratom, hilirisasi tadi kemenyan,” kata Luhut.



