Pengemudi Ojol Pontianak Kini Punya Rumah Singgah, Terbuka untuk Semua Komunitas

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, pengemudi ojol memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Transportasi berbasis aplikasi, kata Edi, telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat. Layanan pengantaran makanan dan barang juga membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjangkau konsumen lebih luas.
"Mudah-mudahan dengan adanya rumah singgah ini bisa menjadi tempat bagi para pengemudi ojek online untuk beristirahat, berdiskusi, dan bersilaturahmi. Sekaligus mengembangkan potensi yang ada, khususnya dalam meningkatkan ekonomi keluarga," ujarnya usai bersilaturahmi dengan pengemudi ojol di rumah singgah tersebut, Jumat (30/10/2026).
Edi memahami sebagian pengemudi ojol merupakan tulang punggung keluarga yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas transportasi sehari-hari. Karena itu, rumah singgah diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga membuka peluang kegiatan produktif.
Pemerintah Kota Pontianak juga membuka peluang kerja sama dengan komunitas pengemudi ojol dalam program pembangunan dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
"Pemkot Pontianak akan terus berupaya membangun sinergi dan kolaborasi agar pengemudi ojek online dapat terus eksis dan berperan dalam berbagai program kegiatan, termasuk kegiatan sosial dan kegiatan produktif yang bermanfaat bagi warga," pungkasnya.
Terbuka untuk Semua Pengemudi Ojol
Ketua Paguyuban Ojol Korps Sportif Bersatu (KSB), Herianto, menyambut baik keberadaan rumah singgah tersebut. Fasilitas ini dinilai membantu pengemudi yang menghabiskan banyak waktu di jalan untuk mencari nafkah.
"Kami sangat terbantu dengan adanya rumah singgah ini. Kawan-kawan ojol bisa beristirahat, mengisi daya HP, berbincang, berdiskusi, sekaligus merencanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial," ujarnya.
Herianto menjelaskan, rumah singgah itu terbuka bagi seluruh pengemudi ojol tanpa membedakan perusahaan penyedia layanan. Pengemudi Gojek, Grab, Shopee, Maxim, hingga pengguna aplikasi lokal dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.
Paguyuban KSB sendiri menaungi sekitar 20 komunitas pengemudi ojol. Dengan latar belakang komunitas dan aplikator yang beragam, rumah singgah diharapkan menjadi tempat untuk mempererat hubungan antarpengemudi.
"Rumah singgah ini bukan hanya untuk satu komunitas, tetapi terbuka bagi seluruh ojol. Semua komunitas boleh datang ke sini," jelasnya.
Bangunan Bekas Rumah Dinas RRI
Rumah yang kini dimanfaatkan sebagai tempat singgah tersebut sebelumnya merupakan rumah dinas Radio Republik Indonesia (RRI) yang sudah lama tidak ditempati.
Melihat bangunan dalam kondisi kosong, pihak paguyuban mengajukan permohonan pemanfaatan kepada pimpinan RRI dan mendapat persetujuan. Penggunaannya bersifat pinjam pakai selama bangunan belum dibutuhkan kembali oleh RRI.
Herianto menyebut, secara lisan izin penggunaan diberikan untuk jangka waktu satu tahun. Masa pemanfaatan itu berpeluang diperpanjang apabila bangunan masih belum digunakan oleh pihak RRI.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan Wali Kota Pontianak saat berkunjung ke rumah singgah. Bantuan tersebut akan digunakan untuk mendukung penyediaan fasilitas.
"Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan kepada kawan-kawan ojol," ungkapnya.
Lebih dari sekadar tempat beristirahat dan mengisi daya telepon genggam, rumah singgah juga diharapkan menjadi pusat koordinasi kegiatan sosial. Melalui paguyuban, para pengemudi dapat menghimpun bantuan maupun terlibat sebagai relawan ketika masyarakat membutuhkan.
Herianto berharap keberadaan rumah singgah pertama ini semakin memperkuat kebersamaan pengemudi dari berbagai komunitas. Paguyuban KSB juga diharapkan terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kota Pontianak.*


