“Rencana pembangunan Jembatan Garuda itu masih ditahap awal. Saya sudah meminta Bappeda untuk mengekspos ini ke teman-teman dewan. Harapan kami ada Perda dalam rencana Pembangunan Jembatan Garuda ini,” ujar Wako, kemarin.
Dengan memiliki Perda, menunjukkan bahwa Pemkot Pontianak dan DPRD bersinergi dalam percepatan pembangunan. Edi pun menjelaskan, bahwa dalam pembicaraan rencana pembangunan Jembatan Garuda, bukan tidak melibatkan DPRD.
Oleh sebab itu, dalam waktu dekat Wako berencana akan dilakukan pemaparan rencana pembangunan Jembatan Garuda oleh Bappeda sebagai bentuk sinergi oleh Pemkot Pontianak. Dengan pembahasan bersama tentang rencana pembangunan Jembatan Garuda ini, diharapkan dia, akan memunculkan banyak gagasan. Sehingga, harapan dia, arah dari pembangunan jembatan ini juga bakal mendapat banyak masukan dari legislatif.
Sebelumnya, pihak DPRD merasa tidak dilibatkan dalam pembahasan pembangunan Jembatan Garuda ini. “Kami tidak dilibatkan dalam pembicaraan pembangunan Jembatan Garuda,” ujar Ketua Komisi III DPRD Pontianak Mujiono.
Harusnya dalam pembicaraan di tahap awal, Pemkot Pontianak, menurutnya, melakukan pembahasan dengan DPRD. Karena, diingatkan dia bahwa dalam hal ini, DPRD juga memiliki peran dalam pembangunan kota ini.
Meskipun berkaitan dengan alokasi anggaran, di mana informasinya, menurut dia, akan menggunakan dana dari pihak ketiga. “Jika seperti ini, mekanisme teknis di lapangan seperti apa? Apakah ada perjanjian kontrak antara Pemkot dan pihak ketiga selaku pemilik modal pembangunan jembatan?” tanya dia.
Dia mempertanyakan mengenai modal yang dikucurkan, yang tentunya akan membicarakan mengenai keuntungan serta kerugian. Sebab, dia yakin, tak mungkin investor mau menanamkan modal di suatu tempat, jika tidak berbicara keuntungan serta kerugian.
“Hal-hal seperti ini mesti dikaji. Jangan sampai Pemkot salah langkah. Jika demikian, saran saya bagus meminta bantuan Pemerintah Pusat dalam sisi anggaran. Jika anggarannya tidak cukup bisa di-multiyears-kan,” saran dia.
Proyek jembatan ini sendiri rencananya akan dibangun kontraktor asal Tiongkok. Jembatan ini diinisiasi perusahaan lokal bernama PT. Kapuas Berkah Illahi, bekerja sama dengan kontraktor China State Construction Overseas Development Shanghai. Jembatan ini memiliki bentang 700 meter, termasuk penataan jalan di sisi darat, di mana bentang utamanya sendiri sepanjang 365 meter. Lebar jembatan akan dibuat sepanjang 30 meter. Jembatan Garuda ini dilakukan sebagai penghormatan kepada tokoh pahlawan Pontianak Sultan Hamid II yang merancang lambang Garuda sebagai lambang negara Indonesia. (iza) Editor : Misbahul Munir S