Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kemenag Ingatkan Jemaah Haji Gunakan Jasa Pendorong Resmi

Syahriani Siregar • Sabtu, 25 Mei 2024 | 16:53 WIB

Ilustrasi jasa pendorong saat kenaikan haji.
Ilustrasi jasa pendorong saat kenaikan haji.
PONTIANAK - Dua hari lagi, tepatnya Senin (27/5) jemaah haji Kalbar akan berangkat ke Arab Saudi.

Untuk memastikan kenyamanan dan keamanan jemaah, khususnya yang membutuhkan kursi roda, Kementerian Agama mengimbau penggunaan jasa pendorong resmi di Masjidil Haram.

Untuk memperlancar prosesi Tawaf dan Sa’i, khususnya bagi jemaah lanjut usia dan disabilitas, pengelola Masjidil Haram menyediakan layanan penyewaan pendorong kursi roda serta skuter.

Pendorong kursi roda resmi di Masjidil Haram dapat dikenali dengan ciri-ciri  mengenakan rompi petugas pendorong kursi roda, rompi berwarna abu-abu dan hijau lumut (shift pagi) atau berwarna coklat (shift malam).

Ada nomor punggung dan nomor dada pada rompinya.

Mengenal ciri dan identitas khusus pendorong kursi roda tersebut sangat penting untuk menghindari oknum yang menawarkan jasa dengan tarif di luar ketentuan dan merugikan jemaah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis mengatakan, Oktober 2024 nanti adalah masa pergantian pergantian kepemimpinan Presiden Jokowi.

"Melalui Menteri Agama, Bapak Presiden berpesan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun ini harus menjadi penyelenggaraan haji terbaik dari tahun-tahun sebelumnya," ungkap Muhajirin Yanis.

Muhajirin mengatakan, tahun 2024 ini Pemerintah Indonesia akan memberangkatkan Jemaah haji ke tanah suci Makkah sebanyak 241.000 jemaah, yang merupakan kuota terbanyak dalam sejarah.

Maka, harus lebih meningkatkan kesiapan dalam pelayanan, perlindungan dan pembinaan jemaah dari mulai sejak di tanah air, di asrama haji hingga sampai di Arab Saudi.

Dia berharap Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kelompok Terbang (Kloter) dapat bertanggung jawab pada pembinaan, pelayanan umum, bimbingan ibadah, pelayanan kesehatan, dan perlindungan jemaah haji di setiap embarkasi.

Muhajirin berpesan agar petugas haji menjalankan tugasnya secara maksimal.

"Apapun fokus pelayanannya, sejatinya, kita memang petugas haji. Jadi perlu dicamkan bahwa layanan kepada jemaah-lah yang utama," tegasnya lagi.

Muhajirin menegaskan, tugas pokok petugas haji tersirat dalam pesan lagu Indonesia Raya dan Mars Petugas Haji. Yakni, mengabdi pada negara, dan melayani tamu Allah.

"Jadi kita ini adalah duta Bangsa. Panji kebesaran negara kita harus dijaga, dan dihayati dalam setiap aktivitas," ucapnya.

Tugas mengabdi kepada bangsa dan melayani tamu Allah harus diinternalisasi, resapi, dan amalkan. Petugas harus memberikan layanan terbaik bagi jemaah dan juga bangsa.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Kalbar Kamaludin menuturkan PPIH Kalbar berjumlah 48 orang terdiri dari: Ketua Kloter 6 orang, Pembimbing Ibadah Kloter 6 orang, Dokter 6 orang, Perawat Kesehatan 12 orang dan PHD 18 orang. (mrd)

Editor : Syahriani Siregar
#jemaah haji #arab saudi #kemenag #kalbar #jasa pendorong